Presiden Direktur BCA Syariah - John Kosasih

BCA Syariah Raih Penghargaan Internasional untuk Layanan Anjak Piutang iB

PT Bank BCA Syariah meraih penghargaan darithe Islamic Retail Banking Awards (IRBA) sebagai The Most Innovative Islamic Retail Banking Product in Indonesia 2020 untuk produk Anjak Piutang iB (iB Factory Financing).

Demikian info dari keterangan pers BCA Syariah yang diterima MySharing, hari ini (30/12).

Penyerahan penghargaan IRBA dilakukan secara virtual baru-baru ini. IRBA merupakan acara penghargaan tahunan yang mengukur performa perbankan syariah di seluruh dunia.

Penghargaan yang  diberikan dalam ajang ini diputuskan berdasarkan peringkat global bank syariah yang diselenggarakan oleh Cambridge Institute of Islamic Finance mencakup berbagai negara diantaranya dari Pakistan,  Sudan, Malaysia, Bangladesh, UEA, Oman, Arab Saudi, Nigeria, Qatar, Kuwait, Bahrain, Yordania, Kenya, Afrika Selatan, Nigeria, AS, Afghanistan, Sri Lanka dan Indonesia.

Anjak Piutang iB BCA Syariah merupakan layanan pengalihan penyelesaian piutang atau tagihan jangka pendek yang diberikan BCA Syariah disertai dengan pemberian fasilitas pembiayaan syariah berdasarkan akad Wakalah bil Ujrah dan Qardh.

Manfaat dari layanan Anjak Piutang iB diantaranya membantu untuk meningkatkanValue Chain dan volume transaksi perdagangan antara nasabah bisnis BCA Syariah dengan pelanggannya.  Plafon pembiayaan yang diberikan mulai dari Rp50 juta dengan jangka waktu maksimal 12 bulan.

Presiden Direktur BCA Syariah – John Kosasih mengatakan, “Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Namun demikian, BCA Syariah tetap berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi nasabah.”

Menurut John Kosasih, sampai dengan saat ini, pembiayaan BCA Syariah saat ini telah mencapai Rp5,5 trilun (per 28/12/20) dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga, tercermin dari Non-Performing Financing (NPF) 0,58%.

“Dari total pembiayaan tersebut, BCA Syariah mampu mencapai target penyaluran pembiayaan UMKM sebesar 21,20% atau sekitar Rp1,17 triliun,” lanjut John Kosasih.

John lalu menjelaskan, per tanggal 10 Desember 2020 lalu, BCA Syariah telah merampungkan penggabungan dengan Bank Interim.

Menurut John,  efektifnya penggabungan tersebut turut memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan asset perusahaan. Saat ini aset BCA Syariah mencapai sebesar Rp 9,3 triliun (per 28/12/10) meningkat sebesar 10,54% sejak awal 2020 (year to date/YTD). Kepercayaan masyarakat dalam penempatan dana masih tetap terjaga, terlihat dari meningkatnya jumlah Dana Pihak Ketiga yang tercatat sebesar Rp6,63 triliun, meningkat 6,87% sejak awal 2020 (YTD).

“Walaupun menghadapi berbagai tantangan, kami sangat bersyukur BCA Syariah mampu menjalani tahun 2020  dengan baik. Kami akan terus berupaya menjadi mitra yang  terpercaya bagi nasabah, serta menunjukkan pertumbuhan  yang  berkesinambungan,” demikian pungkas John Kosasih.

 

More Stories
Danamon Komitmen Vaksinasi Gotong Royong Demi Pelayanan Terbaik bagi Nasabah