Industri perbankan syariah melambat, banyak disebabkan oleh faktor internal perbankan syariah sendiri. Apa sajakah faktor internal tersebut?

“Karena dorongan yang kuat untuk memperbesar marketshare, bank-bank syariah dalam satu dekade terakhir relatif lebih fokus pada upaya memperbesar aset dan jaringan. Sementara, “kapasitas mesin” pertumbuhan yang menjaga sustainability tidak ditingkatkan/ diperbarui,” papar Dinno Indiano.
Ditambahkan Dinno Indiano, perlambatan pertumbuhan aset tersebut, juga diikuti memburuknya kualitas aset adalah refleksi dari banyaknya “pekerjaan rumah” yang seharusnya sudah diselesaikan sebelumnya.
- BMM dan Bank Muamalat Salurkan Bantuan untuk 4.597 Penyintas Gempa NTT
- Pengajuan KPR iB Hijrah Baitullah Bank Muamalat lewat Website Kprhijrah.id
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
“Pada gilirannya perbankan syariah dihadapkan pada sebuah dilema, karena di satu sisi para stakeholder masih berharap kontribusi bisnis syariah dapat terus diperbesar, namun di sisi lain manajemen disibukkan oleh upaya memperbaiki kinerja berjalan serta menyiapkan sarana dan prasarana ke depan yang membutuhkan waktu dan fokus tersendiri,” demikian Dinno Indiano – Direktur Utama BNI Syariah.

