Industri perbankan syariah melambat, banyak disebabkan oleh faktor internal perbankan syariah sendiri. Apa sajakah faktor internal tersebut?

“Karena dorongan yang kuat untuk memperbesar marketshare, bank-bank syariah dalam satu dekade terakhir relatif lebih fokus pada upaya memperbesar aset dan jaringan. Sementara, “kapasitas mesin” pertumbuhan yang menjaga sustainability tidak ditingkatkan/ diperbarui,” papar Dinno Indiano.
Ditambahkan Dinno Indiano, perlambatan pertumbuhan aset tersebut, juga diikuti memburuknya kualitas aset adalah refleksi dari banyaknya “pekerjaan rumah” yang seharusnya sudah diselesaikan sebelumnya.
- Dua Tahun Berturut-turut, Muamalat DIN Raih Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
- CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Indonesia Siap Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
- Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital, Bank Muamalat Raih Penghargaan
- BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Bersinergi Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfak
“Pada gilirannya perbankan syariah dihadapkan pada sebuah dilema, karena di satu sisi para stakeholder masih berharap kontribusi bisnis syariah dapat terus diperbesar, namun di sisi lain manajemen disibukkan oleh upaya memperbaiki kinerja berjalan serta menyiapkan sarana dan prasarana ke depan yang membutuhkan waktu dan fokus tersendiri,” demikian Dinno Indiano – Direktur Utama BNI Syariah.

