Wakaf  Ventura akan Gelar Konferensi

Wakaf Ventura akan menjadi ujung tombak dalam menghimpun dan mengelola harta benda wakaf dalam bentuk tunai dan nontunai

Wakaf Ventura akan melaksanakan konferensi bertajuk “Wakaf Ventura untuk Kemajuan UMKM Indonesia”, pada Oktober 2017. Rencananya, konferensi ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Konferensi ini diawali dengan workshop oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) bekerjasama dengan Universitas Islam Az-Azhar, yakni pada Rabu (27/8).   Peserta workshop terdiri dari seluruh stakeholder yang berkompeten di bidang ekonomi, sosial, wakaf, praktisi perbankan dan BPKH serta Lembaga keuangan syariah, aktivis Ormas Islam, dan lain-lain.

Sekretaris Jenderal ICMI, Jafar Hafsah mengatakan, hasil workshop tersebut  yaitu isu kesenjangan ekonomi masyarakat miskin antara kelas masyarakat miskin dengan menengah masih merupakan tantangan. Sebab tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia diukur oleh gini rasio sebesar 0,393 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2017.

“Indonesia merupakan urutan keenam negara di dunia yang mengalami kesenjangan. Bila kesenjangan ekonomi dibiarkan, maka akan menjadi salah satu pemicu konflik sosial dan ancaman serius bagi keutuhan bangsa,” ungkap Jafar dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (2/10).

Untuk itu, menurut dia, diperlukan upaya pendirian Lembaga Keuangan PT Wakaf Ventura Indonesia melalui beberapa tahapan. Diantaranya, adanya upaya dan dukungan kongkrot dan riil dari pemerintah, baik dalam bentuk permodalan, pendanaan, dan regulasi kondusif untuk pendirian dan operasionalisasi PT Wakaf Ventura. Yang dijadikan sebagai salah satu produk (outcome) Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang  dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun kedua, lanjut dia, adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang wakaf ventura secara komprensif, sehingga dapat mengimplementasikan wakaf ventura dalam rangka memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan bangsa.

Upaya lainnya, perlu peningkatkan pengelolaan wakaf secara profesional. Sehingga pengelolaan tanah wakaf oleh nazir badan hukum yang jumlahnya sekitar 1.500 nazir di Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara seimbangan dengan sumber daya manusia (SDM) sejalan dengan tuntutan dan keberpihakan masyarakat.

Adapun hasil lainnya dari workshop tersebut yakni, PT Wakaf Ventura Indonesia sebagai Lembaga Keuangan Syariah berbentuk modal ventura yang modal pendiriannya berasal dari wakaf masyarakat baik wakaf tunai maupun wakaf non tunai yang disalurkan melalui Nazir kelembagaan seperti ormas-ormas Islam, lembaga pendidikan, yayasan yang selanjutnya bertindak sebagai pemegang saham.

Karenanya, tengah dilakukan langkah-langah kongkrit berupa penguatancapacity building bagi Nazir Wakaf Ventura yang akan menjadi ujung tombak yang dapat memainkan peran dalam menghimpun dan mengelola harta benda wakaf dalam bentuk tunai dan nontunai untuk diproduktifkan.

Dalam perannya sebagai Nazir, jelas Jafar, akan mendapatkan izin Nazir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). PT Wakaf Ventura dapat berkerja sama dengan Nazir Wakaf guna mengoptimalkan dan produktivitas harta wakaf yang dikelola oleh Nazir Wakaf bersama PT Wakaf Ventura Indonesia.

“Sebagai lembaga keuangan syariah berbentuk PT Wakaf Ventura Indonesia dapat menerima dana dan mengelola dana yang bersumber dari masyarakat (dana ventura), dari Perbankan Syariah, Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dana bergulir yang bersumber dari masyarakat dan pemerintah,” papar Jafar.

Untuk itu, lanjut dia,   diperlukan penguatan lembaga keuangan bersama PT Wakaf Ventura Indonesia dalam penguatan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) dengan tahapan mengajak segenap komponen bangsa, terutama Pemerintah yang kemudian diikuti oleh masyarakat luas, ulama, pengusaha maupun organisasi masyarakat untuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam upaya mengatasi kesenjangan ekonomi masyarakat melalui model ekonomi wakaf produktif.

Tahapan selanjutnya mempersiapkan modal usaha UMKM yang diperutukkan bagi ekonomi lemah, sekaligus juga menjadikan dana untuk peningkatan produktivitas harta wakaf. Selanjutnya, mempersiapkan sarana PT Wakaf Ventura sebagai perekat kebangsaan di mana pihak nonmuslim pun dapat berpartisipasi ikut membangun ekonomi umat dengan berperan sebagai wakif, guna mengurangi kesenjangan ekonomi yang semakin melebar di antara anak bangsa.

Selain itu, menjadikan PT Wakaf Ventura sebagai Role Model dalam pengembangan ekonomi wakaf produktif di Indonesia. Hal itu mengingat lembaga tersebut menjadi lembaga usaha berbadan hukum perseroan terbatas yang pertama di Indonesia, yang bergerak dibidang keuangan berbasis wakaf, yang sekaligus juga sebagai nazir, dimana pemegang sahamnya adalah para nazir.

Pihaknya juga mendorong ormas-ormas Islam untuk lebih aktif meningkatkan kegiatan pembangunan pilar ekonomi anggotanya, di samping pilar dakwah dan sosial yang saat ini sudah menjadi kegiatan utamanya. “Sehingga dalam jangka panjang kegiatan ormas akan utuh dalam empat pilar yakni dakwah, sosial dan ekonomi dan pendidikan,” pungkasnya.

More Stories
gedung kantor pusat Bank Syariah Mandiri
Mandiri Syariah Sediakan Penukaran Riyal Guna Mudahkan Jemaah Haji