Suasana peluncuran asuransi syariah PRUCinta dari Prudential di Jakarta (3/3).

UUS Prudential Catat Pertumbuhan Kontibusi Bruto Rp 3,7 Triliun

Unit Usaha Syariah Prudential mencatat pendapatan kontribusi bruto Rp. 3,7 triliun, dan total aset Rp. 9,1 triliun pada sepanjang tahun 2019. Sementara itu, tingkat solvabilitas dari dana tabarru Prudential Indonesia mencapai 2.581%, dan tingkat solvabilitas dari dana perusahaan sebesar 7.300%.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) pada Selasa (14/4) di Jakarta mengumumkan performa keuangan yang kuat di 2019. Didukung oleh fundamental perusahaan yang kokoh, Prudential Indonesia juga menginformasikan kemampuan serta ketahanannya dalam menghadapi risiko dan tantangan di tahun ini, terutama dalam kondisi pandemi COVID-19.

Prudential Indonesia kembali mempertahankan kepemimpinannya di industri asuransi jiwa Indonesia, tercermin dari total pendapatan premi sebesar Rp. 25 triliun, didukung oleh pertumbuhan solid dari premi bisnis baru yang kuat sebesar 15% yang didorong oleh pertumbuhan dari saluran distribusi bisnis baru; agensi dan bancassurance. Perusahaan juga mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp. 74,5 triliun dan total aset sebesar Rp. 80,7 triliun di 2019. Total pendapatan premi, total dana kelolaan, dan total aset Prudential Indonesia adalah yang tertinggi di industri.

Sepanjang 2019, Prudential Indonesia juga kembali mewujudkan komitmennya dalam menghadirkan perlindungan jangka panjang yang komprehensif bagi nasabah melalui pembayaran total klaim sebesar Rp. 15,6 triliun, tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, Prudential Indonesia juga mempertahankan tingkat solvabilitas (Risk Based Capital) perusahaan sebesar 678% (lebih dari lima kali persyaratan minimum wajib).

Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan, Prudential Indonesia juga tetap memegang posisi terdepan melalui Unit Usaha Syariah dengan mencatat pendapatan kontribusi bruto Rp. 3,7 triliun dan total aset Rp. 9,1 triliun, dengan tingkat solvabilitas dari dana Tabarru Prudential Indonesia mencapai 2.581%, dan tingkat solvabilitas dari Dana Perusahaan sebesar 7.300%.

President Director Prudential Indonesia – Jens Reisch mengatakan, “Kami bersyukur perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat berkat kepercayaan nasabah yang kian meningkat serta fundamental yang solid, seperti modal yang sehat, kapabilitas digital yang kuat untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah, disertai tata kelola perusahaan yang baik dan praktik investasi yang bertanggung jawab. Oleh karena kekuatan kami tersebut, kami lebih siap untuk menghadapi tantangan di 2020 yang sudah dimulai bahkan sejak awal tahun.”

Sepanjang kehadirannya di Indonesia, menurut Jens Reisch, Prudential Indonesia senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, di tahun 2019 Prudential Indonesia menanamkan investasi ke dalam berbagai inovasi, termasuk inovasi dalam penerapan teknologi canggih, untuk memperluas layanan kepada nasabah dan masyarakat Indonesia. Perusahaan juga fokus pada penyediaan perlindungan kesehatan dan finansial, terutama yang berkaitan dengan solusi berkelanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menyediakan perlindungan jangka panjang.

Dijelaskan Jens Reisch,  beberapa inovasi yang diluncurkan tahun lalu di antaranya produk PRUCritical Benefit 88, produk asuransi tradisional yang menyediakan perlindungan terhadap dampak finansial akibat penyakit kritis, PRUPrime Healthcare Plus dan PRUPrime Healthcare Plus Syariah, produk Asuransi Tambahan yang memberikan solusi lengkap perlindungan kesehatan dengan pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit, dan PRUWorks, layanan Asuransi Kumpulan terpadu berbasis digital untuk pelaku UMKM dengan berbagai macam ukuran bisnis.

Untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan nasabah yang terus berkembang, lanjut Jens Reisch, Prudential Indonesia memperluas jaringan PRUMedical Network (PMN). Hingga Maret 2020, PMN terhubung dengan 1.535 rumah sakit dan klinik – termasuk jaringan Preferred di 73 rumah sakit di 34 kota di Indonesia serta 4 rumah sakit di Singapura.

Sebagai bagian dari strategi untuk membangun ekosistem digital yang terintegrasi, papar Jens Reisch, Prudential Indonesia membangun kemitraan strategis dengan para pemain terkemuka di sektor teknologi; dengan OVO untuk mengembangkan berbagai inisiatif digital baru; dengan Halodoc untuk memperluas akses layanan kesehatan di Indonesia; serta bersama Tokopedia untuk menyediakan layanan pembayaran premi dan kontribusi bagi nasabah Prudential Indonesia di situs dan aplikasi Tokopedia.

Selama 2019, Prudential juga mengembangkan Pulse by Prudential, aplikasi mobile terpadu yang menawarkan pengelolaan kesehatan holistik dan memungkinkan perusahaan memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses bagi semua orang. Pulse sudah diperkenalkan kepada masyarakat umum di awal tahun 2020 yang selanjutnya akan diluncurkan secara resmi di tahun yang sama.

Jens Reisch menjelaskan, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjunjung tinggi kepercayaan nasabah, Prudential Indonesia menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan investasi yang bertanggung jawab, serta memastikan kedua aspek ini terefleksi dalam seluruh proses bisnis perusahaan. Selain itu, melalui inisiatif Community Investment, Prudential Indonesia mewujudkan komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia dengan program-program yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kesejahteraan dan kesehatan yang menyeluruh.

Komitmen dalam memberikan perlindungan bagi nasabah, lebih lanjut lagi diwujudkan perusahaan di tengah kondisi pandemi COVID-19 di 2020, melalui berbagai manfaat dan kemudahan tambahan; beberapa di antaranya Kepastian Polis Aktif, Santunan Tunai Tambahan, hingga proses klaim elektronik (e-claim); yang selengkapnya dapat dilihat di bit.ly/prucovid19.

“Seluruh inisiatif dan inovasi yang kami lakukan merupakan upaya kami untuk mewujudkan misi perusahaan, yaitu menjadi mitra pilihan yang menawarkan solusi asuransi berdasarkan kebutuhan nasabah untuk kesehatan, perencanaan keuangan, dan proteksi bagi individu dan bisnis, baik produk konvensional maupun Syariah,” demikian tutup Jens Reisch, Presdir Prudential Indonesia.

 

More Stories
BNI Syariah Berbagi Kisah Cinta Hasanah di Usia 1 Dekade