Rektor Universitas Yarsi - Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D berbicara dalam Rakor Tingkat Kabupaten Penanganan Stunting di Pandeglang, Banten.

Universitas YARSI Peduli Penanganan Masalah Stunting

Universitas YARSI mempunyai komitmen kuat menangani permasalahan stunting di negeri ini.

Universitas ini turut serta dalam Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten untuk Program Pendampingan Penurunan Stunting yang digelar Kemenkes RI di Hotel Horison Altama Pandeglang, Banten, baru-baru ini.

Rapat koordinasi  tersebut merupakan kerjasama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan 17 Perguruan Tinggi di Indonesia, termasuk Universitas YARSI

Menurut Rektor Universitas YARSI – Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D,  rakor merupakan awal dari rangkaian kegiatan pendampingan Universitas YARSI untuk penanganan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Pandeglang. Bertujuan menyelaraskan langkah pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut.

“Untuk perbaikan gizi masyarakat, khususnya mengatasi masalah stunting, telah menjadi komitmen pemerintah tingkat nasional. Terutama di daerah Kabupaten Pandeglang Banten. Stunting masalah yang kompleks, terkait dengan kemiskinan, kurang gizi, kesehatan ibu dan anak, penyakit, pendidikan, lingkungan dan sanitasi. Dalam penanggulangannya memerlukan kerja sama lintas sektor, lintas disiplin ilmu serta lintas pelaku. Untuk itu, atas rekomendasi Kementerian Kesehatan, kami siap mengirimkan tim pendamping ke Pandeglang untuk mencegah dan menanggulangi Stunting,” jelas Prof. Fasli Jalal.

Setelah pelaksanaan rapat koordinasi ini, lanjut Prof. Fasli Jalal, Universitas YARSI akan segera mengirimkan dosen dan mahasiswa dari berbagai keilmuan untuk melakukan kegiatan pendampingan di tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten Pandenglang. Khususnya pada 10 desa lokus stunting yakni, Desa Tegalongok, Pasir Karag, Koroncong, Pakuluran, Bayumundu, Kadumaneuh, Kadugadung, Koncang, Langeunsari, dan Desa Pasirdurung.

Pelaksanaan kegiatan Pendampingan Universitas YARSI dalam penanganan stunting di Kabupaten Pandeglang adalah dimotori oleh Fakultas Kedokteran yang didukung oleh Fakultas Psikologi, Ekonomi dan Teknologi Informasi, dan Bagian Agama Islam.

Sementara itu, Bupati Pandeglang – Irna Narulita sangat menyambut positif program penanganan stunting tersebut. Bupati Irna Narulita mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk turut menggalakkan taraf hidup sehat bagi masyarakat Indonesia bebas dari stunting. Sehingga diharapkan pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan dapat terwujud.

More Stories
Bank Aceh Syariah Donasi Pembangunan Mushalla di Takengon