Direksi BRI Syariah berfoto bersama usai acara Public Expose BRI Syariah di Jakarta (25/11).

Triwulan III 2019 Kinerja Bisnis BRI Syariah Tumbuh Signifikan

BRI Syariah menggelar public expose pada Senin 25 November 2019 di BRIlian Center, BRI, Jakarta.

Dalam kesempatan itu jajaran Direksi BRIsyariah memaparkan kinerja BRI Syariah hingga triwulan III 2019. Kedua direktur yang terpilih dalam RUPS bulan April 2019 lalu menyampaikan strategi pertumbuhan bisnis BRI Syariah.

Hingga akhir September 2019 BRI Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar 25,6 triliun, tumbuh sebesar 6,46% QoQ atau 20,11% YoY.

“Penguatan tim bisnis dan monitoring berhasil meningkatkan pertumbuhan pembiayaan. Pembiayaan di segmen non-komersil (konsumer, ritel dan mikro) menjadi kunci utama pertumbuhan pembiayaan berhasil tumbuh sebesar 12,05% QoQ, sehingga komposisi segmen non-komersil pada Triwulan III 2019 mencapai 61,72%,” ujar Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah Fidri Arnaldy.

Menurut Fidri, secara rinci pertumbuhan antar triwulan untuk segmen ritel dan kemitraan, konsumer dan mikro, tumbuh sebesar 18,03%, 11,82% dan 6,86% pada Q3’19.

Ke depannya, lanjut Fidri, fokus pembiayaan BRI Syariah utamanya adalah segmen ritel konsumer. UMKM pun juga tetap menjadi perhatian BRI Syariah utk mendorong usaha produktif tanah air.

Untuk memperluas pasar, jelas Fidri, perseroan memanfaatkan value chain dan trickle down business dari nasabah-nasabah komersial. Selain itu BRIsyariah terus memperluas kerjasama dengan pihak-pihak ketiga agar bisnisnya semakin kuat dan pasar produk semakin besar.

“Untuk memperluas pasar segmen ritel kami akan menyasar pada ekosistem halal serta komunitas muslim. Sementara untuk segmen konsumer, produk andalan kami adalah pembiayaan perumahan, multiguna serta umrah dan halal tour,” jelas Fidri.

Digitalisasi proses pencairan pembiayaan menjadi salah satu strategi BRIsyariah untuk memperkuat bisnis mikro. Melalui aplikasi i-Kurma, pembiayaan mikro dapat cair dalam 1 hari setelah nasabah melengkapi dokumen yang diperlukan.

Sementara di sisi Dana Pihak Ketiga, lanjut Fidri, peningkatan dana murah melalui tabungan mencapai 5,71% QoQ. Rekomposisi Dana Pihak Ketiga ini berhasil menurunkan beban biaya dana dari 4,88% menjadi 4,83% di triwulan III 2019.

Jumlah penabung diyakini akan bertambah dengan adanya implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh. Total jumlah nasabah BRI di Aceh mencapai lebih dari 2,8 juta. Sementara jaringan kerja induk kami tersebar di 5 kota dan 14 kabupaten di Aceh terdiri dari 11 Kantor Cabang, 15 Kantor Cabang Pembantu, 141 Kantor Kas serta lebih dari 10ribu Agen Brilink.

“Dengan adanya penerapan qanun LKS ini maka kami mengajak masyarakat Aceh untuk memindahkan simpanan dan pinjaman kepada kami. Tentunya dalam hal ini kami bersinergi penuh dengan induk,” jelas Fidri.

Sementara di luar implementasi qanun LKS, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok negeri BRI Syariah mengoptimalkan lebih dari 2000 jaringan kantor induk kami sebagai Kantor Layanan Syariah.

 

 

 

 

More Stories
BRI Syariah Percepat Konversi Pinjaman Mikro di Aceh dengan i-Kurma