Suasana talk show “Masa Depan Industri Halal di Indonesia" di Halal Park di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta (29/4).

Telkom Dukung Industri Halal Nasional

Guna meningkatkan awareness masyarakat tentang keberadaan Halal Park di Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Kementerian BUMN bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengadakan Media Gathering, Jum’at (26/4) di lokasi Halal Park tersebut.

Dengan tema “Masa Depan Industri Halal di Indonesia”, acara diawali talkshow yang menghadirkan Staf Khusus III Menteri BUMN RI – Wianda Pusponegoro, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Wika – Novel Arsyad, Deputy Executive General Manager Coherence & Innovation Management Telkom –  Ery Punta Hendraswara, Elsa Maharani (Public Relations Wardah Cosmetic) dan Dian Maya Puspitasari (PR Expert – Big Change Agency) dengan moderator Hanna Faridl dari HIJUP.

Sebagai digital telco company, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen mendukung program yang dicanangkan Presiden RI untuk menjadikan wisata industri halal Indonesia mendunia. Melalui program Indigo Creative Nation, Telkom siap menjadi inkubator, akselerator dan katalisator yang menumbuhkembangkan seluruh ide-ide anak bangsa.

Vice President Corporate Communication Telkom – Arif Prabowo mengatakan, bahwa Telkom memiliki 4 Digital Valley dan 17 Digital Innovation Lounge yang tersebar di seluruh Indonesia serta co-working space yang ada di Halal Park yang membuka kesempatan seluas-luasnya untuk menampung setiap kreativitas masyarakat dalam mengembangkan industri halal, yang selanjutnya dapat divalidasi menjadi sebuah produk dan inovasi, sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Industri halal ini sangat potensial untuk menjadikan ekonomi bangsa lebih kuat dan membawa nama Indonesia mendunia. Telkom yang selama ini konsisten menjalankan budaya inovasi siap mewujudkan hal tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas seperti co working space, akses internet cepat, serta coaching dan mentoring yang dapat dimanfaatkan para pelaku industri kreatif digital dan masyarakat umum untuk mengembangkan idenya menjadi produk yang bersaing di pasaran,“ jelas Arif.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, industri halal di Indonesia berkembang sangat pesat. Menurut Global Muslim Travel Index, wisata halal Indonesia menempati peringkat pertama dari 130 negara lainnya, termasuk Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei dan negara lainnya. Hal ini menjadikan industri gaya hidup halal sebagai angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, tahun 2018 sebanyak 140 juta wisatawan muslim datang ke Indonesia dengan total spending online hingga USD 35 miliar. Jumlah turis muslim dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, dan tahun 2020 diproyeksikan akan mencapai jumlah 158 juta orang.

Saat ini, Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Sebagai koordinator pelaksana Halal Park, Kementerian BUMN berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN yang terdiri dari produk fesyen dan makanan minuman. Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir yang tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.

 

More Stories
Mandiri Syariah Buat Program Ekspedisi Melawan Asap