UMKM mitra TaniHub

TaniHub Group Raih Pendanaan US$17 Juta untuk Jangkau 100.000 Petani di 2021

TaniHub Group, startup agritech terdepan di Indonesia, resmi mendapatkan perpanjangan putaran pendanaan Seri A atau Seri A Plus sebesar US$17 juta.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh Openspace Ventures bersama Intudo Ventures, dengan partisipasi dari para investor baru, yaitu UOB Venture Management, Vertex Ventures, BRI Ventures, Tenaya Capital dan Golden Gate Ventures. Dengan suntikan tersebut, total pendanaan ekuitas yang telah diraih perusahan mencapai US$29 juta sejak 2016.

Demikian bunyi siaran pers TaniHub yang diterima MySharing (2/4).

President dan Co-Founder TaniHub Group – Pamitra Wineka mengatakan, regenerasi petani adalah hal yang krusial untuk sektor pertanian Indonesia, yang masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap perekonomian negeri ini. Petani perlu meningkatkan produktivitas dan pendapatannya karena keduanya adalah faktor penting untuk menjamin generasi muda bahwa sektor pertanian menawarkan prospek yang cerah.

“Ekosistem TaniHub Group didesain untuk membantu petani meraih mimpi-mimpi mereka dan konsumen dapat menikmati produk pertanian di harga yang wajar. Langkah ini akan mewujudkan visi kami, yaitu ‘Agriculture for Everyone’ menjadi kenyataan,” jelas Pamitra Wineka.

Sementara itu CEO dan Co-Founder TaniHub Group – Ivan Arie Sustiawan menambahkan, TaniHub berfokus pada pembangunan infrastruktur dan supply chain, yang saat ini adalah salah satu tantangan terbesar di sektor pertanian.

“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama kami dengan para mitra di B2B, termasuk usaha kecil dan menengah. Kami berharap dapat mencatat pertumbuhan yang lebih baik tahun ini dan dapat menjangkau seluruh kota di Indonesia pada 2022,”  jelas Ivan Arie.

Sejak berdiri pada pertengahan 2016, TaniHub Group memang telah memimpin transformasi rantai pasok (supply chain) produk pangan segar di Indonesia dengan cara menghubungkan petani dengan berbagai macam pelanggan melalui sebuah platform terpadu, yang di dalamnya terdapat e-commerce dan logistik untuk hasil tani serta pendanaan untuk petani (melalui TaniFund).

Perusahaan menggunakan dana segar tersebut untuk memperkuat posisinya sebagai market leader serta mempercepat perluasan layanan dan cakupan geografis untuk para petani dan pelanggan. Selain itu, pendanaan akan digunakan untuk perbaikan operasional, termasuk implementasi teknologi otomasi di fasilitas packing and processing center yang baru didirikan.

Sejak meraih pendanaan Seri A tahun lalu, TaniHub Group mencatat pertumbuhan bisnis yang pesat, yaitu lebih dari 300%. Sebanyak lebih dari 30.000 petani skala kecil telah bergabung ke dalam ekosistem TaniHub Group. Platform e-commerce TaniHub menghubungkan para petani dengan lebih dari 5.000 pelanggan B2B, dari usaha kecil dan menengah (UKM), hotel, restoran dan katering, hingga industri pengolahan makanan, serta lebih dari 115.000 pelanggan individu. TaniHub saat ini memiliki lima kantor cabang dan pusat distribusi, yaitu di Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Perusahaan berencana membuka tiga cabang lagi untuk memperluas jangkauan secara nasional dan menyediakan proses supply chain dari hulu ke hilir yang lebih mulus.

Kendati menghadapi tantangan wabah Coronavirus (COVID-19), TaniHub Group terus memenuhi peningkatan permintaan produk pangan segar dan bahan pangan pokok yang berkualitas, baik dari pelanggan B2B maupun B2C, didukung oleh jaringan pemasok yang luas dan mulusnya proses distribusi.

Perusahaan terus berupaya berkontribusi untuk ketahanan pangan Indonesia dengan mengikuti perubahan pola permintaan dan tetap menyediakan produk tepat waktu. Selain itu, TaniHub telah berinvestasi dalam aspek supply chain untuk memastikan keamanan produk pangan (food safety) dari hulu ke hilir melalui implementasi ISO 22000 (HACCP) dan Halal Assurance System (HAS) atau Sistem Jaminan Halal.

TaniHub telah menerapkan sejumlah tindakan pencegahan penularan wabah, misalnya pengecekan suhu tubuh untuk memastikan bahwa karyawan yang sakit tidak diperbolehkan memasuki fasilitas gudang. Melalui standar ini, TaniHub menjamin bahwa pelanggan akan tetap menerima produk dengan kualitas yang bagus dan tepat waktu di tengah periode yang penuh tantangan ini.

Sejak 2017, TaniFund, platform peer-to-peer (P2P) lending di bawah naungan TaniHub Group, telah menyediakan pembiayaan budidaya dan transaksi penjualan kepada petani yang aksesnya terbatas terhadap institusi keuangan formal. TaniFund terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan adalah anggota dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). TaniHub Group akan memperbaiki dan menyederhanakan operasional TaniFund agar pemberi pinjaman dan peminjam dapat dilayani lebih baik lagi, serta menaati sejumlah peraturan baru di OJK. TaniFund telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 100 miliar dan bermitra secara eksklusif dengan lembaga filantropi terbesar di Indonesia, Dompet Dhuafa, sejak 2019 untuk menjangkau para peternak di pulau Jawa.

“Kami bangga telah menjadi co-lead putaran pendanaan tambahan untuk TaniHub Group dan menyambut para investor baru. Dalam situasi yang mudah berubah dan relatif langkanya permodalan seperti sekarang, putaran pendanaan baru ini memberikan bahan bakar bagi TaniHub Group untuk terus membangun teknologinya agar menopang logistik yang lebih baik dan kapasitas yang lebih besar. Ketahanan pangan, pasokan yang aman serta pemberdayaan petani dan konsumen adalah krusial saat ini. Kami melihat cita-cita ini konsisten dengan visi jangka panjang TaniHub Group,” ujar Shane Chesson, Partner di Openspace Ventures.

“Dengan menyadari sejumlah problem penting di sektor pertanian Indonesia, TaniHub Group mampu secara langsung mendukung petani sekaligus meningkatkan kualitas dan pasokan produk pertanian melalui solusi yang terarah,” kata Patrick Yip, Founding Partner di Intudo Ventures. “Kami bersemangat meneruskan dukungan untuk TaniHub Group, yang menciptakan dampak sangat besar terhadap kehidupan para petani Indonesia dan memperbaiki daya saing sektor pertanian di negeri ini.”

Ke depan, TaniHub Group akan terus memperkuat sisi suplai melalui kemitraannya dengan para petani dengan cara meningkatkan produktivitas, konsistensi, dan regenerasi. Perusahaan sangat percaya bahwa kemitraan ini akan memperbaiki pendapatan petani dan mendorong keberlangsungan serta daya tahan pertanian di Indonesia melalui kualitas panen yang lebih baik dan menurunkan tingkat buangan di sepanjang rantai pasok pertanian. Melalui platform TaniHub, petani telah mencatat peningkatan pendapatan sebesar 20%, sedangkan petani yang juga bermitra dengan TaniFund telah melihat pemasukan mereka bertambah 50%. Keseluruhan hasil akhir tersebut sangat sejalan dengan tujuan kunci dalam Sustainable Development Goals, yang terkandung di United Nations 2030 Agenda for Sustainable Development.

 

 

 

 

 

More Stories
Mandiri Syariah Himbau Nasabah Optimalkan QRIS di Era New Normal