Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan - Nilanto Perbowo (kiri) dan Co-Founder TaniHub Group - Pamitra Wineka (kanan) usai MoU di Jakarta (19/8).

TaniHub Group Dukung Pengembangan Potensi Perikanan Indonesia

 TaniHub Group, startup pertanian terdepan di Indonesia, kembali melakukan kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu (19/8).

Kegiatan tersebut dilakukan  bersamaan dengan soft launching Pasar Laut Indonesia di Auditorium Tuna, Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta Pusat.

Sedikit berbeda dengan kerja sama lainnya yang sudah pernah dilakukan oleh TaniHub Group, kali ini lingkup kolaborasi yang akan dijalankan berada di sektor perikanan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas usaha mikro-kecil sektor kelautan dan perikanan.

President dan Co-Founder TaniHub Group – Pamitra Wineka menyambut baik kerja sama ini.

“Kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta Digifish Network adalah sebuah milestone awal serta bukti keseriusan pemerintah dan platform digital dalam pengembangan potensi sektor perikanan Indonesia,” ujar Pamitra.

Lebih lanjut, Pamitra menjelaskan, bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi dan misi TaniHub Group dalam mendukung kemajuan perekonomian petani dan nelayan Indonesia melalui digitalisasi.

Sejalan dengan Pamitra Wineka, dalam kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan RI – Edhy Prabowo mengatakan, bahwa soft launching Pasar Laut Indonesia dan penandatanganan kerja sama ini juga menjadi bukti nyata dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada 14 Mei 2020.

Tidak hanya sebagai dukungan atas BBI, kegiatan ini juga menjadi perwujudan atas dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap usaha mikro-kecil yang dipandang sebagai kekuatan kemandirian ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, ketersedian bahan baku ikan menjadi hal penting untuk keberlanjutan usaha UMKM kelautan dan perikanan.

Mengingat luasnya sektor perikanan di Indonesia, kolaborasi ini juga melibatkan berbagai platform digital lainnya, seperti GoJek, Grab, Aruna, dan Digifish Network. Dengan berjalannya kolaborasi ini, komoditas dan hasil perikanan dapat secara komprehensif dipasarkan secara luas melalui platform pemasaran daring dengan memaksimalkan sarana dan prasarana dari seluruh pihak yang terlibat.

 

More Stories
Dompet Dhuafa dan ITB Ahmad Dahlan Tingkatkan Pendidikan Migran Indonesia