Anak-anak peserta program Khitanan massal LKC Dompet Dhuafa dan Laznas Chevron di Bantar Gebang, Bekasi.

Refleksi Jejak Dompet Dhuafa 2019: Menapaki Dunia Sosial Kemanusiaan

Duka menyelimuti pergantian tahun, bencana tsunami Banten menutup 2018, lalu longsor Sukabumi, membuka lembaran 2019. Gempita malam tahun baru menjadi duka warga Garehong, di Kasepuhan Sinarresmi, Sukabumi, longsor menghujam pemukiman warga. Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa (DD) merespon cepat bencana tersebut. (Selasa, 31/12).

Dalam isu sosial di masyarakat, Dompet Dhuafa mengintervensi secara konsisten dan komprehensif melalui lima pilarnya, yaitu Sosial, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi hingga Dakwah dan Budaya.

Kelima pilar tersebut, mencatatkan tebaran manfaat Dompet Dhuafa ke lebih dari 2,3 juta masyarakat penerima manfaat. Datangnya bencana, menjadi salah satu pencetak kemiskinan dan masalah sosial lainnya. Longsor Sukabumi, bencana kekeringan, kebakaran hutan hingga gempa bumi, menjadi wilayah jelajahnya. Di penghujung 2019, DD disibukkan dengan respon banjir bandang di sejumlah wilayah.

Pembangunan Rumah Tetap (Rumtap) terus digalakan untuk korban gempa Palu. Pelayanan menyentuh sektor pendidikan dengan membangun fasilitas sekolah ramah gempa dan penerjunan guru relawan. Tak hanya di dalam negeri, Dompet Dhuafa merespon gempa Filipina, beberapa bulan lalu melalui Rumtap.

Pada pilar kesehatan, Dompet Dhuafa kembali membuka rumah sakit berbasis wakaf, di Tulang Bawang, Lampung. Hadirnya RS. Griya Medika melengkapi tujuh rumah sakit lainnya, menasbihkan diri melayani umat.

Kemudian, Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) sejak 18 tahun lalu dengan 19 Klinik Gerai Sehat, 71 Pos sehat, 2 Ambulan Terapung, 1 Klinik Apung dan 15 Program Unggulan Kesehatan lainnya, Dompet Dhuafa memberikan manfaat ke 355.616 penerima manfaat di bidang kesehatan. LKC mengemas penghargaan Lembaga Aktif dalam Pembangunan Kesehatan Masyarakat dari Gubernur Sumatera Selatan.

Berkat dukungan para donatur, di pilar Pendidikan beasiswa disalurkan melalui sejumlah program di tiap angkatan. Mulai dari Smart Ekselensia, yang memberikan asa bagi generasi unggul di pelosok Indonesia. Pendidikan gratis berkonsep akselerasi dan boarding school tingkat SMP-SMA adalah skemanya.

Dompet Dhuafa konsisten menggulirkan Bea Studi Etos yang tersebar di berbagai PTN di Indonesia dan Beasiswa Bakti Nusa, juga mencetak kepedulian aktivis di kalangan cendikia untuk perbaikan kehidupan sosial masyarakat. Tak hanya di pendidikan formal, Dompet Dhuafa juga menggulirkan pelatihan vokasional melalui Institut Kemandirian di sejumlah tempat dengan kolaborasi berbagai pihak.

Paling membanggakan, Sekolah Literasi Indonesia sebagai ‘pabrik guru unggul’, menjadi emergency exit bagi pendidikan di wilayah bencana dan pelosok negeri. Karenanya Dompet Dhuafa diganjar penghargaan Mitra Peduli PAUD dan Pendidikan Masyarakat, dari Kemendikbud Republik Indonesia.

Selanjutnya, pilar ekonomi menjadi konsentrasi Dompet Dhuafa mengikis kemiskinan dhuafa. Motto Mustahik Move to Muzakki benar-benar terimplementasi. Call for Proposal setiap tahun menyaring dan mendorong para pengusaha mikro lebih profesional. Kelompok madu hutan Gunungkidul dan Kebun kopi di Solok, Sumatera Barat berhasil meningkatkan sosial perekonomian masyarakat, berkat pendimpangan DD.

Program pertanian sehat di 2019, berhasil membuat warga Wiroko, Tirtomoyo, Wonogiri, melaksanakan panen raya, saat paceklik. Lagi-lagi, dedikasi dalam usaha mengentaskan kemiskinan melalui program ekonomi mendapat ganjaran Anugerah Syariah Republika sebagai Filantropi Peduli Ekonomi Umat.

Untuk menerapkan SDG’s di pengentasan kemiskinan, di penghujung 2019, Dompet Dhuafa meluncurkan 200 Zona Layanan dalam negeri di 34 Provinsi Indonesia, serta membangun jaringan 30 mitra global di 27 negara. Seiring dengan tren kemajuan digital, Dompet Dhuafa mengembangkan aplikasi Mumu sebagai respon gandrungnya milenial dalam bersedekah dan digitalisasi transaksi kurban bersama Tanifund.

Dompet Dhuafa tak melupakan landasan dasar pendiriannya. Dakwah dan budaya menjadi unsur penting rancangan program. Dakwah yang digawangi Cordofa menggaungkan keindahan Islam. Ada 27 Dai/Daiyah Dai Ambassador, meretas dakwah melintas batas menyentuh masyarakat muslim luar negeri.

Ragam pertunjukan budaya juga mewarnai perjalanan sosial kemanusiaan Dompet Dhuafa. Terima kasih para donatur yang telah mempercayakan pengelolaan zakat, infak, sedekah dan wakafnya. Saatnya menyongsong 2020 dengan semangat #BeraniBerbagi.* (Penulis: Nasyith Majidi: Ketua Pengurus Dompet Dhuafa)

More Stories
BNI Group Siap Implementasi Qanun LKS Aceh