President Director Prudential Indonesia - Jens Reisch (kanan) saat prosesi peluncuran PRUTop dan PRUTop Syariah di Jakarta (14/1).

Prudential Syariah Raih Total Kontribusi Rp 3,7 Triliun di 2019

Prudential Syariah (UUS Prudential Indonesia) sepanjang tahun 2019 lalu berhasil meraih total kontribusi sebesar Rp 3,7 triliun, atau tumbuh 1% dibanding kontribusi di tahun sebelumnya.

Kinerja positif Prudential Syariah tersebut disampaikan Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia – Nini Sumohandoyo dalam acara PRUSyariah Media & Iftar Gathering secara online di Jakarta, Senin (18/5).

“Alhamdulillah di tahun 2019, Prudential Syariah tetap sebagai pemimpin pasar dengan  kontribusi Rp 3,7 Triliun, atau naik 1 %, dan memiliki pangsa pasar sebesar 28% di industri. Ini semua adalah berkat kepercayaan masyarakat kepada perusahaan kami dan dukungan semua karyawan, pemasar, dan mitra-mitra bisnis kami,” papar Nini Sumohandoyo.

Nini  menjelaskan, kontribusi dana tabarru Prudential Syariah pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 2,5 trilian atau tumbuh 8% year on year.

“Di tahun ini total aset kita mengalami koreksi sedikit menjadi Rp9,1 triliun. Itu  karena di tahun 2019 kita banyak melakukan inisiatif-inisiatif yang dikeluarkan perusahaan untuk berkembang lebih baik lagi. Namun begitu, kinerja aset masih tercatat stabil,” lanjut Nini.

Nini lalu memaparkan, dana tabarru Pridential Syariah tercatat meningkat  15%  ke angka Rp 887 miliar, dari Rp 770 miliar di tahun sebelumnya. Dana tabarru ini tumbuh, lanjut Nini, pertama, karena pertambahan peserta asuransi syariah di tahun 2019. Kedua, akumulasi surplus dana tabarru selama tahun berjalan.

Sedangkan untuk RBC (Risk Based Capital) Prudential Syariah  pada 2019, dijelaskan Nini, adalah  diangka  2.581%,  jauh di ambang batas minimum yang telah ditetapkan oleh regulator, yaitu 120%.

Nini dalam kesempatan ini juga menambahkan, bahwa berdasarkan suryei yang dilakukan Prudential, ternyata kalangan kaum generasi milenial mulai tertarik guna memanfaatkan produk asuransi syariah.

“Hasil survei kami, sebanyak 44 persen responden milenial adalah pengguna produk asuransi syariah,” jelas Nini. Karena itu, Nini Sumohandoyo merasa optimis, dalam tiga tahun mendatang,  pasar industri asuransi syariah akan mencapai Rp9,6 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Prudential Indonesia – Jens Reisch mengungkapkan optimismenya tentang prospek industri  asuransi jiwa syariah di Indonesia.  “Saya yakin dengan peluang besar dari industri asuransi syariah di Indonesia. Kami dari Prudential Indonesia berkomitmen untuk mendukung kemajuan industri halal dan juga khususnya untuk industri ekonomi syariah di Indonesia,” demikian ungkap Jens Reisch.

 

More Stories
Bank Danamon Catat Laba Bersih Rp 1,25 Triliun Kuartal I 2020