Suasana peluncuran produk Wakaf Saham dari Rumah Zakat dan MNC Sekuritas di Gedung BEI, Jakarta.

Produk Wakaf Saham Kembali Diluncurkan

Setelah Dompet Dhuafa, kini  Lembaga filantrofi Rumah Zakat Indonesia (Rumah Zakat) juga meluncurkan produk Wakaf Saham.

Rumah Zakat bekerjasama dengan MNC Sekuritas resmi meluncurkan Wakaf Saham baru-baru ini di Ballroom Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta. Peluncuran Wakaf Saham ini didukung oleh Bursa Efek Indonesia Pasar Modal Syariah.
Kerjasama kedua lembaga diresmikan dengan penandatanganan MoU antara CEO Rumah Zakat Indonesia – Nur Effendi dengan Direktur Utama MNC Sekuritas – Susy Meilina.
“Selama ini yang lebih dikenal adalah zakat, tapi kami mulai dari tahun lalu mengembangkan produk wakaf. Masih banyak yang belum tahu, ternyata saham itu bisa diwakafkan juga,” ujar Direktur Utama MNC Sekuritas – Susy Meilina.
Susy Meilina dalam kesempatan ini lalu menjelaskan, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia saat ini ternyata berbanding lurus dengan pertumbuhan investor syariah MNC Sekuritas.
“Peningkatan jumlah investor syariah MNC Sekuritas per Desember 2019 mencapai 78 persen dibandingkan tahun 2018 lalu,” jelas Susy Meilina.
Menurut Susy Meilina, sebagai sekuritas yang memiliki wakaf digital pertama di Indonesia, MNC Sekuritas berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi di berbagai wilayah Indonesia.
“Melalui 134 point of sales, kami optimis peningkatan investor syariah, termasuk wakif yang berwakaf melalui MNC Wakafku, akan semakin signifikan pada tahun ini. Dengan sistem yang canggih dan praktis, berwakaf saham dan uang yang ada di Rekening Dana Nasabah (RDN) dapat lebih mudah dan fleksibel,” papar Susy.
Sementara itu CEO Rumah Zakat Indonesia – Nur Efendi juga sangat menyambut positif kerjasama dengan MNC Sekuritas ini.
Menurut Nur Effendi, pihaknya berharap dengan adanya program Wakaf Saham ini, pemahaman umat Islam di Indonesia terhadap instrumen wakaf bisa semakin meningkat.
“Pemanfataan wakaf saham akan mendukung pergerakan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) yang menaungi potensial untuk tumbuh besar di 2.814 titik desa berdaya yang tersebar di seluruh Indonesia,” paparnya.
Produk Wakaf Saham ini sendiri adalah salah satu jenis wakaf produktif dan termasuk ke dalam aset bergerak. Mekanisme produk ini adalah serupa dengan mewakafkan harta lainnya, namun harta yang diwakafkan berbentuk saham. Wakif bisa mewakafkan seluruh harta namun tetap mempertahankan pokoknya sebagai bagian dari wakaf. Pemanfaatan saham akan disesuaikan dengan akad wakaf.
Dengan adanya Wakaf Saham, investor akan melakukan dua hal bersamaan yaitu investasi sekaligus kegiatan sosial. Rumah Zakat akan menjadi pengelola dari keuntungan yang dihasilkan berupa dividen dari saham yang diwakafkan.

More Stories
DD Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Pesantren