Premi Asuransi Umum Syariah Tumbuh Didorong Premi Kendaraan

Asuransi umum syariah selama kurun waktu 5 tahun dapat tumbuh, tidak jauh beda dengan konvensional.

Divisi Riset dan Technologi Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) , Tatang Hidayat menyebutkan, Semester II 2017, merupakan tantangan bagi asuransi syariah untuk mencapai target pertumbuhan 20 persen.

Pemain asuransi umum syariah tumbuh 3 persen pada  Semester I 2017, karena didorong dari premi asuransi kendaraan. Mayoritas sumber pendapatan premi berasal dari mobil,

Menurut Tatang, sentimen pertumbuhan ekonomi yang akan membaik pada semester ke II diharapkan dapat menopang pertumbuhan asuransi syariah terutama pada asuransi umum.

“Kemampuan bayar belum lihat sentimen positif, apakah kondisi kita semester II baik atau tidak. Membaik keuangan syariah, awal tahun tidak terlalu membaik, ada konsolidasi performen akan baik,” ungkap Tatang di Jakarta belum lama ini.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan data penjualan mobil pada Juli 2017 mencapai 84.905 unit atau melesat 27,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 66.370 unit. Secara tahunan, penjualan mobil pada periode Januari-Juli tembus 618.808 unit atau meningkat 4,17 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, yakni 594.018 unit.

Adapun target pertumbuhan asuransi umum syariah, kata Tatang, adalah adipatok sebanyak 20 persen. Namun hingga kini, baru tumbuh 3 persen.Sehingga memiliki tantangan yang cukup panjang untuk menggeber kemajuan pertumbuhan industri asuransi umum syariah. “Asuransi umum syariah selama kurun waktu 5 tahun dapat tumbuh, meski secara produk nggak jauh dengan yang konvensional,” pungkasnya.

 

More Stories
BNI Syariah Ajak Nasabah Lebih Bijak Berinvestasi Saat Pandemi