Seminar ini menekankan dua sektor utama yaitu sektor riil dan keuangan syariah

Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) menggelar seminar dan launching Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2018 bertajuk “Ekonomi dan Keuangan sebagai Arus Baru Perekonomian Indonesia” .

Seminar yang digelar  di Pusat Studi Jepang UI, Depok, Selasa (5/12) didukung oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan juga bekerjasama dengan Islamic Business and Economics Community (IBEC) FEB UI.

Seminar ini merupakan upaya PEBS untuk mengenalkan Outlook Ekonomi Syariah 2018 di Indonesia yang menekankan dua sektor utama yang menjadi roda penggerak erkembangan ekonomi syariah, yaitu sektor riil berbasis syariah dan sektor keuangan syariah.

Seminar ini dibuka oleh Pungky Sumadi, selaku Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan.

Seminar ini menghadirkan praktisi dari industri riil dan keuangan syariah seperti Riyanto Sofyan, Komisaris utama PT Sofyan Hotel, Ikhsan Abdullah, Direktur Indonesia Halal Watch (IHW), Sumunar Jati, Wakil Direktur III LPPOM MUI,  Diajeng Lestari, CEO Hijup, Imam Teguh Saptono, Presiden Direktur Global Wakaf Corporation, dan Deden Firman Hendarsyah, Direktur Penelitian, Pengembangan, Peraturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK.

Seminar ini diawali dengan launching kajian ISEO 2018 yang bertemakan “Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai Arus Baru Perekonomian Indonesia” oleh Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Banu Muhammad.

Kajian ISEO (2018) ini berisi kebijakan dan makroekonomi di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan analisa untuk sektor keuangan syariah, yang meliputi perbankan syariah, pasar modal dan pasar uang syariah. Secara khusus dibahas pula sektor riil berbasis syariah yang meliputi industri halal, industri pariwisata halal dan sektor pendidikan.

Analisa outlook juga ditekankan pada sektor keuangan filantropi, yang merupakan ciri dari keuangan syariah, seperti dana haji, zakat wakaf dan keuangan mikro syariah.

Dalam ISEO ini, secara umum terdapat tiga  strategi utama perkembangan ekonomi syariah. Strategi pertama adalah penguatan ekonomi syariah secara riil melalui pengembangan industri rill syariah, seperti pembentukan center of excellence untuk akselerasi produk halal di Indonesia, perumusan model bisnis halal supply chain, perencanaan kawasan ekonomi syariah dan penguatan lembaga keuangan sosial Islam.

Ini tiga strategi utama pengembangan ekonomi syariah Click To Tweet

Kedua adalah penguatan sektor keuangan syariah melalui perumusan bentuk dan model instrumen keuangan syariah, pengembangan model keuangan syariah yang berbasis wakaf, penyusunan regulasi untuk memperkuat manajemen likuiditas dan penyediaan sertifikasi-sertifikasi keuangan professional yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan syariah.

Ketiga yakni strategi kesinambungan perkembangan ekonomi syariah yaitu penguatan kerangka riset, penilaian dan edukasi. Hal ini meliputi penguatan dan inklusi kurikulum ekonomi syariah dari level pendidikan terendah hingga tinggi, sosialisasi masyarakat tidak hanya mengenai konsep ekonomi tetapi juga nilai-nilai ekonomi syariah di masyarakat dan kajian model-model sukuk bagi pembiayaan lembaga sosial Islam.

Sejumlah strategi khusus, juga dibahas secara spesifik di tiap bab dalam kajian ISEO. Banu berharap  melalui ISEO 2018 ini, kontribusi PEBS FEB UI dapat mendukung kemajuan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia sehingga Ekonomi Syariah sebagai salah satu arus baru perekonomian Indonesia.

Sehingga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya.

More Stories
BPJPH dan IPB Bersinergi Deteksi Produk Halal