Panduan Investasi Reksa Dana Syariah

Setelah saham syariah, reksadana syariah adalah instrumen investasi keuangan syariah yang tergolong menjanjikan return yang lumayan bagus. Seperti apakah cara berinvestasi di instrumen syariah satu ini?

Reksa dana syariah adalah instrumen investasi keuangan syariah yang bertujuan menghimpun dana dari masyarakat sebagai pemodal, dimana dana itu untuk selanjutnya akan diinvestasikan pada instrumen-instrumen di pasar modal dan pasar uang, yang sesuai dengan prinsip Syariah Islam.

Reksa dana syariah adalah investasi syariah yang cukup berprospek saat ini. Investasi ini sangat cocok bagi mereka yang mempunyai sedikit kelebihan uang, diluar kebutuhan sehari-harinya. Reksa dana syariah ini juga sangat cocok bagi orang yang agak lebih pasif dalam berinvestasi, kemudian dia punya idle money yang tidak terlalu besar, serta ingin investasi yang lebih safe, artinya sewaktu-waktu mau dicairkan mudah.

Reksadana syariah ini juga sangat cocok untuk horizon investasi jangka panjang, dengan horizon investasi, paling tidak adalah minimal 3 sampai 5 tahun. Karena sebagai investasi, reksadana syariah ini akan bisa dirasakan manfaatnya secara maksimal setelah dananya tersimpan beberapa waktu. Ini bisa terjadi, karena potensi return reksadana syariah cukup tinggi.

Saat akan memulai investasi reksa dana syariah, investor harus terlebih dahulu harus tahu tujuan berinvestasi, timeline dan besarnya uang yang akan di investasikan untuk mencapai tujuan. Sehingga dari situ investor akan tahu kira-kira mana jenis reksa dana syariah mana yang cocok baginya dalam berinvestasi.

Setelah melihat, jenis reksa dananya, langkah selanjutnya investor adalah melihat manajer investasinya. Investor harus jeli dalam memilih perusahaan manager investasi. Investor harus melakukan analisis terhadap manager investasi yang akan mengelola dana investasinya.

Nah, setelah resmi menjadi investor reksa dana syariah, langkah selanjutnya adalah investor lalu tinggal memantau kinerja reksa dana syariah pilihannya. Investor bisa melihat kinerja reksa dananya itu secara mudah, baik dari laporan keuangan berkala bulanan yang dikirimkan oleh manager investasinya, atau melihatnya dari data sehari-hari di koran harian maupun di situs internet.

Investor di reksadana syariah ini memang katakteristiknya lebih pasif ketimbang investasi di saham, karena dia mempercayakan investasinya pada manager investasi. Namun dia bisa memantau perkembangannya. Nah, kalau investasi reksa dana syariah anda dipandu oleh manajer investasi yang handal dan berpengalaman, maka investasi syariah anda tersebut akan relatif lebih aman, karena sudah ditangani oleh yang ahlinya.

Tertarikah anda berinvestasi reksa dana syariah?

[button type=”button” link=”http://akucintakeuangansyariah.com/10tahunlagi/workshop.html” variation=”btn-primary” block=”btn-block” target=”blank”]Ikuti Workshop Investasi Syariah Gratis![/button]
More Stories
Jelang Lebaran 2020, Mandiri Syariah Imbau Nasabah Optimalkan Layanan Digital