Pamekasan, Kabupaten Pertama yang Terapkan Koperasi Syariah

Pamekasan ingin lebih memperbanyak lagi koperasi simpan pinjam syariah

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Brama Setyo mengatakan, Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten pertama yang menerapkan program koperasi berbasis syariah di Indonesia.

Bupati Pamekasan Ahmad Syafi’i sangat berkomitmen untuk menegakkan koperasi syariah di Pamekasan,” ujar Wayan, saat membuka Bimbingan Teknis Pemahaman Ketrampilan Menjalankan Produk Pembiayaan Syariah, di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (12/4).

Bersamaan dengan Bimtek Pemahaman produk syariah, juga dilakukan Bimtek pembentukan jaringan kerjasama usaha antar KSPPS/USPPS dan sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Brama berharap dengan Bimtek dan sosialisasi tersebut akan meningkatkan pemahaman masyarakat Pamekasan tentang pola-pola pembiayaan syariah dan KUR.

Brama mengatakan, untuk tingkat provinsi, yakni provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi pertama yang menerapkan koperasi syariah di Indonesia. Namun di tingkat bupati, Ahmad Syafi’i menjadi bupati pertama yang mencetuskan di tingkat nasional.

”Kami memberi apresiasi kepada bupati Pamekasan Ahmad Syafi’i yang merupakan satu-satunya bupati yang memiliki obsesi lembaga pembiayan koperasi yang ingin diubah dari koperasi konvensional menjadi koperasi syariah. Ahmad Syafi’i ingin lebih memperbanyak lagi koperasi simpan pinjam syariah di Pamekasan,” ungkap Brama.

Oleh karena itu, kata Brama, transformasi pemindahan pola pikir dan perilaku ketika koperasi konvesional diubah menjadi koperasi syariah merupakan pola yang bagus dalam masa pengembangan koperasi syariah ke depannya.

 

More Stories
Bank Mega Syariah Fasilitasi Smart Finance Kredit Rp 25 Miliar