Foto momen Investor Gathering Sukuk Ritel 011 Bank Muamalat di Mataram, NTB.

Muamalat Catat Penjualan Sukuk Ritel 011 Rp 400 Miliar

Permintaan pembelian sukuk ritel seri 011 di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membludak. Selama masa penawaran yang berlangsung sejak tanggal 1 sampai 21 Maret 2019 total penjualan Bank Muamalat meningkat hingga di atas 100%.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat – Achmad K. Permana mengatakan, target awal yang diberikan Kementerian Keuangan adalah Rp300 miliar. Namun, hanya sepekan setelah melakukan penawaran, perseroan kembali mengajukan up size karena tingginya permintaan.

“Antusiasme nasabah sangat tinggi untuk membeli Sukuk Ritel 011 melalui kami. Terbukti dari melonjaknya permintaan di masa penawaran sampai-sampai kami harus mengajukan up size sebesar Rp100 miliar,” kata Permana hari ini, Rabu (27/3) di Jakarta.

Dengan demikian, total penjualan Sukuk Ritel 011 di Bank Muamalat selama penawaran menjadi Rp400 miliar atau naik lebih dari 100% dibandingkan penjualan Sukuk Ritel seri 010 tahun lalu.

Permana menambahkan, jumlah rata-rata pembelian Sukuk Retail 011 di Bank Muamalat sebesar Rp400 juta. Angka tersebut jauh di atas nominal minimum pembelian yang sebesar Rp1 juta. Selain itu, turunnya nominal pemesanan sukuk juga bertujuan agar instrumen ini lebih terjangkau oleh masyarakat khususnya investor pemula dan generasi milenial.

“Minimal pembelian untuk seri 011 adalah Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Kalau tahun lalu minimal Rp5 juta dan maksimal Rp5 miliar,” imbuhnya.

Selain itu, ada fakta menarik mengenai sebaran investor. Meskipun investasi sukuk ritel masih didominasi oleh investor dari wilayah Indonesia Barat, tetapi jumlah investor dari Indonesia Timur juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Secara total, jumlah nasabah yang membeli Sukuk Ritel 011 sebanyak 1.010 nasabah.

Untuk mensukseskan penjualan, Bank Muamalat melakukan berbagai promosi melalui jaringan media sosial, internet banking, mobile banking dan ATM. Disamping itu, Bank Muamalat juga mengadakan customer gathering bersama Kementerian Keuangan di kota Mataram, Lombok pada tanggal 14 Maret 2019 lalu.

Sebagai informasi, instrumen investasi ini diterbitkan dengan tingkat imbalan tetap sebesar 8,05% per tahun dengan tenor selama 3 tahun. Tanggal jatuh tempo adalah 10 Maret 2022. Tanggal pembayaran imbalan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya dan imbalan pertama akan didistribusikan pada tanggal 10 Mei 2019.

 

 

More Stories
Mandiri Syariah Optimis Pasarkan Sukuk Tabungan ST005 Sebanyak Mungkin