Kreasi fesyen Muslim karya Lia Mustafa dalam penutupan Modest Fashion ISEF 2020

Modest Fashion ISEF 2020 Konsisten Tampilkan Tren Fashion Muslim dan Sustainable Fashion

Perhelatan Modest Fashion ISEF 2020 yang diselenggarakan Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) sebagai rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), telah berakhir Sabtu (31/10) di Jakarta.  

Ajang untuk memperkenalkan dan menggaungkan produk fesyen Muslim Indonesia ke skala global ini, telah menggelar Virtual Fashion Show yang menampilkan 720 karya dari 164 desainer/brandfesyen Muslim Indonesia. Sesuai tema yang diangkat, “Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle”, perhelatan Modest Fashion ISEF 2020 menggaungkan tentang gaya hidup berkelanjutan bagi produsen maupun konsumen fesyen Muslim.

“Sustainable fashion, sustainable lifestyle bukan hanya sekadar tema yang diusung dalam Modest Fashion ISEF 2020. Tapi diharapkan ini menjadi ruh dan semangat bagi pelaku fesyen umumnya dan fesyen Muslim khususnya. Karena ini menjawab tantangan dunia masa depan yang Insya Allah menjadikan kita aman, nyaman, dan bisa berusaha dengan barokah. Dengan semangat dan ruh itu diharapkan secara bisnis dan kreativitas kita bisa menjadi terdepan yang dapat  menjadi pusat fesyen Muslim dunia yang implikasinya meningkatkan perekonomian Indonesia dan mensejahterakan rakyatnya,” jelas Jetty R Hadi, Vice Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC).

Menurut Jetty, sejak hari pertama sampai hari terakhir, Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020 menampilkan ragam gaya busana fesyen Muslim, mulai dari syar’i, formal hingga kasual, etnik kontemporer hingga urban dan edgy look dengan memperhatikan konsep sustainable fashion dan mengacu pada Trend Forecasting 2021/2022.

“Para pelaku usaha fesyen Muslim yang berkesempatan menampilkan karya dalam perhelatan ini diarahkan untuk menerapkan konsep sustainable yang bertanggung jawab dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi pada seluruh siklus industria fesyen, meliputi sumber vahan baku, proses produksi, etika kerja, kesejahteraan tenaga kerja, dan pengelolaan limbah lingkungan,” jelas Jetty.

Sebagai pembuka rangkaian Virtual Fashion Show pada hari terakhir Modest Fashion ISEF 2020 menampilkan koleksi dari Reborn29 by Syukriah Rusydi, NIKHOL By Nike Kholisoh, Batik Jambi Berkah by Rifdatul Khoiro Accesories by Yannie Handicraft, Agung Bali Collection by Agung Indra dan Fashion Designer by Dibya Hody, A x Y by Aldre x Yuliana, Flochic by Eka Rahma Dewi, Sekar Arum Sari by Mia Ridwan, Abee X Naara, Jeny Tjahyawati, Puta Dino Kayangan by Anita Gathmir, dan Syahira Butik by Andriani Pettalolo.

Sesi kedua Virtual Fashion Show menampilkan koleksi dari Elva Fauqo, LDR Limited by Listya X Bags by KABETA by Berkah Novita, Ida Royani: Ulos Sadum Sumut, Titien Soedarsa, Lirik by Iva Lativah, Dewi Quby Dewi Roesdji, Sheenaz by Anggie Rachmat, deceusuzan, Yuliana Fitri X Bags by Amyrose De Craft by Tammy, Frida Jelita by Fridanasahida, Batik Kito by Vita Shah, dan Batik Zakia by Siti Zakiyatun.

Dalam Closing Ceremony Modest Fashion ISEF 2020, sebagai penutup ditampilkan Virtual Fashion Show yang mempersembahkan karya dariKALU, Hijab Cinta by Nina Kartarineka X Accesories Beadstown by Rosita, Malam Batik by Theresa Naumi, LiaMustafa  | Shoes by Bocorocco, H.Y.S by Hilda Amalia, “C H A R V I” by FebbyAntiQue, Bellahasura, Reborn by Chaera Lee, Sanet Sabintang, Creative Batik by Khaleili Nungki, Elly Virgo, CYA by Cahya Tyanthi, dan APIKMEN.

Meski di tengah pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan semangat bersama untuk menyelenggarakan kegiatan ModestFashion ISEF 2020.

“Penyelenggaraan secara virtual ini ternyata membawa berkah tersendiri, yaitu memperluas jangkauan informasi terkait fashion Muslim. Jika sebelumnya fokus kegiatan terpusat di Jakarta dengan jumlah peserta terbatas, maka melalui penyelenggaraan virtual ini bisa menjangkau peserta domestik maupun internasional secara lebih luas dan efisien. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi syariah sector fesyen Muslim yang merupakan salah satu sektor prioritas dalam eko sistem halal value chain. Di samping itu, diharapkan kegiatan ini turut mendorong pemulihan ekonomi terutama bagi sektor UMKM yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19,” papar Diana Yumanita, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia dalam sambutan yang secara resmi menutup perhelatan Modest Fashion ISEF 2020.

Lebih lanjut, Diana Yumanita memaparkan, bahwa potensi pasar fesyen Muslim masih terbuka lebar. Namun kompetisi lokal maupun global juga semakin ketat.  Oleh karena itu, menurut Diana, pelaku fesyen Muslim Indonesia harus mampu adaptif menghadapi perubahan, berkreativitas dan berinovasi, meningkatkan produktivitas serta memperkuat brand, sehingga mampu memenangkan pasar local maupun global.

“Tantangan ke depan semakin tidak mudah. Para retailer dan brand global mulai terjun menggarap pasar fesyen Muslim. Untuk itu, para pelaku industri fesyen tanah air harus mampu meningkatkan kapasitas untuk berkompetisi di panggung global,” demikian tutup Diana Yumanita, Deputi Direktur DepartemenEkonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

 

 

 

 

More Stories
BNI Syariah Bagikan Tips Investasi di Surat Berharga Syariah