Guru dan siswa berinteraksi di Sekolah Islam Multi Kultural KLIS Primary di Sentul, Bogor.

MLM Syariah K-Link Indonesia Hadirkan Sekolah Islam Multikultural

Sebagai bentuk  tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masa depan IndonesIa, MLM Syariah K-Link, yang telah berkiprah selama 17 tahun di Indonesia, menghadirkan sekolah Islam tingkat dasar (Primary) di Jalan Pintu 3, Sirkuit Sentul, Kabupatan Bogor, baru-baru ini.

Knowledge Link Intercultural School (KLIS) Primary ini dibangun untuk menjawab permasalahan para orang tua yang membutuhkan sekolah Islam berkualitas yang mampu membentuk generasi Qur’ani yang berwawasan multikultural, cinta perdamaian dan menjadi solusi di setiap bidang kehidupan. Karena permasalahan di masa depan semakin kompleks. Butuh generasi yang kuat dan mampu beradaptasi sesuai dengan dinamika jaman.

“Pengalaman kami di Indonesia, telah menyaksikan betapa bagusnya potensi masyarakat di sini. Sebagai mayoritas muslim, masyarakat Indonesia memiliki watak yang kuat, pekerja keras, disiplin dan berkomitmen untuk maju. Disinilah kami ingin menjadi bagian lebih untuk kemajuan bangsa, melalui  kontribusi pada dunia pendidikan Islam di tingkat dasar dan menengah,” ungkap Presiden Direktur K-Link Indonesia – Dato Radzi Saleh.

Saat ini satu sisi dunia pendidikan Islam di Indonesia tengah mendapat sorotan dari berbagai kalangan, terutama soal kualitas pengajaran yang masih butuh banyak penyempurnaan dan output dunia pendidikan. Bukan hanya output kualitas secara intelektual, sekaligus juga akhlak. Apalagi Indonesia, negara majemuk yang kaya akan budaya (multicultural), seharusnya lahir generasi muslim yang sadar kultur, berpola pikir universal dan memiliki ketrampilan dan berkemampuan global. Karena itu, pembentukan generasi mulai dari tingkat dasar pendidikan merupakan kebutuhan.

“Dari pendidikan dasar inilah, sedini mungkin, siswa dibentuk mampu untuk mengenal dirinya dan siapa mereka di masa depan melalui karya yang bermanfaat. Maka itu, dalam proses belajar mengaja disesuaikan dengan karakter siswa. Mereka diajak terlibat langsung, saling berinteraksi dan bereksperimen yang mereka menjadi mandiri dan kreatif berimajinasi,” tambah Chairman KLIS Primary – Datin Rozi Jamaludin.

Lanjut Datin Rozi Jamaludin, pendidikan dasar merupakan elemen penting dari perjalanan belajar seorang siswa. Pendidikan dasar yang baik akan memberikan fondasi yang kuat bagi siswa untuk pendidikan selanjutnya dan tentu saja akan ikut membentuk masa depan siswa didik.

Menurut Datin Rozi Jamaludin, belajar dalam suasana yang menyenangkan dalam lingkungan yang intercultural, fasilitas lengkap , menggunakan kurikulum international dapat memberikan stimulus yang luar biasa untuk kemajuan pendidikan anak. Ada tiga komponen utama yang membentuk kurikulum KLIS Primary yaitu Cambridge Primary Framework sebagai dasar, pendidikan agama Islam dan kajian Al-Qu’ran yang dilakukan secara konsisten dan memberikan porsi-porsi pada pelajaran yang penting untuk ujian nasional. Sistem KLIS memungkinkan sekolah untuk secara terus menerus menilai performance siswa dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa didik.

Tingkat keberhasilan siswa dinilai secara progresif dengan tolak ukur penilaian: Progression Test (penilaian yang dilakukan oleh guru KLIS per mata pelajaran), Checkpoint Tests (penilaian yang dilakukan Cambridge international Examiners, KLIS akan melakukan Junior Al Hafeez Test (minimum 2 juz) dan UASBN – Ujian Nasional.

 

More Stories
BNI Syariah Catat Rekening Simpel iB Rp 1,08 miliar