KH. Cholil Nafis dari Pengurus Pusat MES berbicara dalam Roadshow Asuransi Syariah batch II di Bengkulu.

MES Sosialiasikan Asuransi Syariah di Bengkulu

Merujuk data OJK bahwa pangsa pasar asuransi syariah dari sisi asset telah mencapai 14,99% dari total keseluruhan pangsa asuransi di Indonesia.

Namun tingkat literasi dan inklusi asuransi syariah baru sebesar 2,51% dan 1,92%. Karena itu perlu adanya upaya lebih masif untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang asuransi syariah kepada masyarakat.

Melihat hal tersebut, Masyarakat Ekonomi Syariah berinisiatif meningkatkan literasi asuransi syariah bekerjasama dengan Pengurus Wilayah MES Bengkulu dan Prudential Indonesia dalam acara yang diberi nama Roadshow Asuransi Syariah batch II di Bengkulu, pekan lalu.

Acara yang berlangsung di Aula Bappeda Provinsi Bengkulu ini dihadiri kurang lebih 216 peserta yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat seperti industri keuangan, praktisi, akademisi, ibu rumah tangga, karyawan, pengusaha dan lain sebagainya.

Secara resmi, acara dibuka oleh Yusri selaku Kepala OJK Provinsi Bengkulu sekaligus Ketua Umum PW MES Bengkulu.

“Kiprah MES dalam pengembangan ekonomi Syariah sangat nyata, hadirnya MES di 78 kab/kota salah satu usaha riil MES dalam mensosialisasikan ekonomi Syariah. MES Bengkulu sendiri sudah ada sejak tahun 2013 dan selalu berpartisipasi aktif dalam pengembangan ekonomi Syariah di Bengkulu,” ujar Yusri dalam sambutannya.

Hadir sebagai narasumber dalam roadshow ini, KH. Cholil Nafis selaku pengurus pusat MES, Alis Subiyantoro dari Direktorat IKNB Syariah OJK dan Firmandani Hamdani dari Prudential Indonesia. Acara talkshow dipandu oleh Rozi Ilmiawan selaku praktisi keuangan Syariah.

Tingkat literasi dan inklusi asuransi syariah yang masih rendah di Indonesia tidak lepas dari kurangnya pemahaman konsep asuransi syariah itu sendiri, dimana sebagian masyarakat masih memperdebatkan mengenai kehalalan asuransi syariah.

“Kita bicara asuransi adalah takaful, saling menjaga dan saling melindungi. Oleh karena itu benar atau tidaknya sebuah asuransi tergantung pada akadnya. Tak ada keraguan hukum asuransi adalah halal yang diperkuat dengan Fatwa DSN MUI no 21 tahu 2001, menyebutkan bahwa hukum asuransi adalah halal manakala mengikuti akad-akad yang telah digariskan oleh fatwa MUI,”  demikian ungkap KH. Cholil Nafis dari pengurus pusat MES dalam kesempatan tersebut.

Inklusi asuransi syariah yang masih rendah di Indonesia Click To Tweet

MES berharap dengan kegiatan ini masyarakat akan memahami mengenai konsep asuransi syarian secara komprehensif dari sudut pandang regulator, ahli dan praktisi di bidang asuransi syariah, serta meningkatnya tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia.

More Stories
PEresmian KCS Maybank Syariah, Padang
Maybank Syariah Penenetrasi Bisnis di Padang