Mandiri Syariah berkomitmen melakukan restrukturisasi pembiayaan nasabah terdampak Covid-19.

Mandiri Syariah Restrukturisasi Pembiayaan Rp 8 Triliun Kepada Lebih 28 Ribu Nasabah

Sebagai bentuk dukungan pada nasabah terdampak Covid-19, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memberikan solusi dengan membentuk pola dan skema restrukturisasi bersama bagi nasabahnya.

Mandiri Syariah sangat berkomitmen guna mendukung langkah Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mengoptimalkan pemberian restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah yang terdampak Covid-19.

Hingga saat ini Mandiri Syariah telah merestrukturisasi pembiayaan senilai Rp8 triliun kepada  lebih dari 28ribu nasabah di seluruh Indonesia, yang 40% diantaranya merupakan nasabah segmen UMKM.

Program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah melalui POJK No 11/POJK.03/2020 mengenai Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Virus Corona 2019.

Dalam POJK tersebut menyebutkan, Bank dapat memberikan relaksasi terhadap fasilitas pembiayaan kepada nasabah yang terdampak pandemic virus Covid-19 dalam bentuk penundaan pembayaran dan/atau pemberian keringanan margin/bagi hasil yang kurun waktu dan syarat-syaratnya disesuaikan dengan sektor ekonomi, kriteria, dan kondisi nasabah dengan tetap mengacu kepada ketentuan OJK.

Direktur Risk Management Mandiri Syariah –  Tiwul Widyastuti dalam keterangan pers Mandiri Syariah baru-baru ini di Jakarta mengatakan, sesuai dengan regulasi POJK, Mandiri Syariah memperpanjang masa periode restrukturisasi hingga tahun depan.

“Pandemi ini menjadi tantangan bagi kita semua. Insya Allah kami akan terus berkomitmen menjaga nasabah untuk survive dan sustain agar dapat terus berkontribusi menjadi roda penggerak perekonomian nasional,” demikian jelas Tiwul.

 

 

 

 

More Stories
Bank Muamalat dan BMM Ajak Nasabah Berinvestasi Sosial Sukuk Wakaf