Ilustrasi

Mandiri Syariah Fokus Segmen Retail

Kinerja bisnis PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) terus meningkat dengan positif. Hingga per akhir Agustus 2019,  asset bank umum syariah terbesar di Indonesia ini telah mencapai lebih dari Rp100 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Finance Strategy & Treasury Mandiri Syariah – Ade Cahyo Nugroho dalam siaran pers Mandiri Syariah akhir pekan lalu di Jakarta.

“Alhamdullilah, kinerja Mandiri Syariah terus meningkat, per akhir Agustus 2019 asset Mandiri Syariah menembus angka lebih dari Rp100 triliun. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi bank syariah di Indonesia. Pencapaian aset didorong, salah satunya oleh pertumbuhan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya Tabungan yang bisa secara konsisten tumbuh sebesar 13,25% secara yoy menjadi sebesar Rp37,01 triliun,” jelas Ade Cahyo.

Menurut Ade Cahyo, manajemen Mandiri Syariah fokus pada segmen retail. Pembiayaan Segmen Retail tumbuh 14,59 % (year on year). Saat ini 59,76% persen dari portofolio pembiayaan atau Rp43,15 triliun dari total Rp72,20 triliun (posisi per Agustus 2019) merupakan segmen retail.

Untuk melakukan percepatan pertumbuhan bisnis retail, lanjut Ade Cahyo, Mandiri Syariah menjalin sinergi dengan Mandiri Group seperti Layanan Syariah Bank dan Konter Layanan Gadai di Bank Mandiri untuk produk Gadai Emas dan Cicil Emas. Kerjasama dengan Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Mandiri Utama Finance (MUF) untuk pembiayaan kendaraan bermotor, layanan asuransi syariah bersama Mandiri AXA, dan lain-lain.

“Dalam rangka mendukung pendalaman pasar uang syariah serta menjaga stabilitas moneter, kami aktif bertransaksi di pasar uang syariah baik melalui penempatan di  pasar uang syariah maupun instrumen Bank Indonesia,” jelas Ade Cahyo.

Selain itu, Mandiri Syariah juga telah mengembangkan pendalaman transaksi pasar keuangan syariah melalui produk dan layanan seperti hedging syariah, repo syariah, penukaran Saudi Arabian Riyal (SAR) dalam bentuk telegraphic transfer (TT) dan Banknotes, layanan valuta asing bagi nasabah ekportir, importir dan transaksi remmitance.

Ke depannya, lanjut Ade Cahyo, Mandiri Syariah akan terus mengembangkan layanan treasury diantaranya Primary Dealer Syariah, Transaksi Sukuk Ritel dan Sukuk korporasi dan Custodian Syariah dan Wali Amanat.

 

 

More Stories
Mandiri Syariah Gelar Festival Muharram