Layanan Syariah LinkAja dalam tampilan di mobile phone.

Layanan Syariah LinkAja Partisipasi Di Bulan Inklusi Keuangan OJK 2020

Pemerataan inklusi keuangan di Indonesia sangat berdampak bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Namun kenyataannya dewasa ini masih banyak masyarakat Indonesia belum memiliki literasi yang baik mengenai lembaga jasa keuangan, serta memiliki akses yang terbatas terhadap layanan keuangan formal dan layanan keuangan digital.

Untuk itu, di bulan Oktober 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Kementerian/Lembaga, Industri Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan terkait secara serentak di seluruh Indonesia melangsungkan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) bertema “Satukan Aksi Keuangan Inklusif Untuk Indonesia Maju.”

Pada kesempatan ini, LinkAja sebagai uang elektronik nasional turut berpartisipasi bersama sekitar 300 peserta dari kategori perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, pegadaian, fintech, dan e-commerce pada rangkaian kegiatan yang dilakukan secara virtual melalui website http://www.bik2020.id/, terhitung dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2020.

Direktur Utama LinkAja – Haryati Lawidjaja mengatakan, “Sejak awal diluncurkan, LinkAja memiliki tujuan besar untuk mendorong inklusi keuangan dan ekonomi, demi mewujudkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yg maju dan sejahtera melalui keekonomian yang mandiri.”

Menurut Haryati, partisipasi pihaknya dalam program BIK OJK kali ini adalah bentuk nyata dari komitmen LinkAja dalam memberikan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama segmen unbanked dan underbanked yang selama ini belum tersentuh oleh layanan keuangan.

“Kami harap dengan ekosistem LinkAja yang holistik dan jaringan yang luas hampir di seluruh Indonesia, seluruh masyarakat tanpa terkecuali bisa mendapatkan hak mereka dalam memperoleh akses terhadap layanan keuangan digital, untuk dapat hidup lebih sejahtera,” tambah Haryati.

Dalam Bulan Inklusi Keuangan OJK 2020 ini, lanjut Haryati, LinkAja sebagai Lembaga Jasa Keuangan turut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai upaya publikasi serta insentif produk keuangan, diantaranya; melalui kegiatan edukasi keuangan syariah dan industri halal yang dilakukan oleh Layanan Syariah LinkAja bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Berikutnya, kegiatan literasi keuangan digital syariah di lingkungan Pondok Pesantren di Kota dan Kabupaten Bogor bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Selanjutnya, publikasi literasi dan inklusi keuangan syariah digital melalui Sharia Economic Talk di Metro TV yang menghadirkan Direktur Utama LinkAja sebagai narasumber.

Kemudian, publikasi literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendorong penggunaan transaksi elektronik pada use case di sektor telekomunikasi, modern retail, pasar tradisional, transportasi secara nasional melalui berbagai media publikasi, penjualan produk atau layanan jasa keuangan berinsentif melalui berbagai promo menarik untuk beragam produk keuangan.

Serta kehadiran LinkAja pada booth virtual di pameran virtual yang diselenggarakan di Bulan Inklusi Keuangan OJK 2020 selama 1 Oktober – 31 Oktober 2020.

Menurut Haryati, guna memenuhi kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia yang membutuhkan alat pembayaran elektronik berlandaskan kaidah syariah, terutama mengingat Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, LinkAja menghadirkan Layanan Syariah LinkAja yang merupakan uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariat Islam.

Di dalam ekosistem holistiknya saat ini, hingga pertengahan bulan September 2020, Layanan Syariah LinkAja telah dapat dinikmati di seluruh Indonesia dengan ekosistem khusus Syariah yang telah dibangun di 69 Kotamadya dan 273 Kabupaten, yang mencakup masjid, lembaga amil zakat, pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan Universitas Islam.

Hingga saat ini Layanan Syariah LinkAja telah memiliki lebih dari 800.000 pengguna terdaftar, yang akan terus meningkat sejalan dengan adanya komitmen dari beberapa partner strategis seperti pemerintah daerah dan institusi lainnya untuk berkolaborasi demi perluasan ekosistem digital Syariah di seluruh Indonesia.

 

More Stories
Mandiri Syariah dan Mandiri Utama Finance Sinergi Perluas Layanan Pembiayaan Otomotif