Tampilan cover buku “Impacts of The Covid-19 Outbreak on Islamic Finance in The OIC Countries”.

KNEKS Luncurkan Buku Dampak Covid-19 Terhadap Keuangan Syariah Negara OKI

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerja sama dengan DinarStandard dan Salaam Gateaway meluncurkan Buku "Impacts of the Covid-19 Outbreak on Islamic Finance in the OIC Countries" baru-baru ini.

Buku ini merupakan kontribusi nyata KNEKS dalam memperkaya khazanah pengetahuan mengenai dampak pandemi Covid19 terhadap keuangan Syariah, serta solusi dan rekomendasi yang ditawarkan di berbagai negara yang mewakili 87% aset keuangan syariah di seluruh dunia. Publikasi ini dikemas dalam 13 artikel yang disusun oleh 24 penulis dan 3 editor dari 12 negara (Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Oman, Pakistan, Saudi Arabia, Turkey, Uni Emirat Arab).

Buku ini menyajikan informasi mengenai dampak Covid-19 beserta rekomendasi kebijakan sebagai solusi penanganan dari perspektif 12 negara OKI (Bahrain, Bangladesh, Brunei, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Oman, Pakistan, Saudi Arabia, Turkey and United Arab Emirates).

Dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Buku “Impacts of The Covid-19 Outbreak om Islamic Finance in The OIC Countries” yang diselenggarakan secara daring oleh KNEKS, Kamis (4/6) di Jakarta, Direktur Bidang Hukum, Promosi, dan Hubungan Eksternal KNEKS Taufik Hidayat menjelaskan,  buku  “Impacts of The Covid-19 Outbreak on Islamic Finance in The OIC Countries”  ini merupakan kontribusi nyata KNEKS untuk memperkaya hasanah pengetahuan mengenai dampak pandemi terhadap keuangan syariah serta solusi untuk negara-negara yang tergabung dalam OKI, yang mewakili 87 persen aset keuangan syariah di dunia.

“Buku ini bisa  menjadi  rekomendasi   para pemangku kepentingan untuk mengambil kebijakan menyangkut  pemulihan keuangan syariah  di era pandemi Covid-19 ini,” jelas Taufik Hidayat.

Penerbitan buku ini, lanjut Taufik, semakin menunjukkan peran Indonesia dalam kancah ekonomi dan keuangan syariah global. Karena itu, papar Taufik, buku “Impacts of The Covid-19 Outbreak on Islamic Finance in The OIC Countries” ini bisa juga menjadi referensi yang kuat bagi para ahli dan pemangku kepentingan di Negara-negara anggota OKI didalam mengambil kebijakan terkait pemulihan kondisi keuangan syariah pasca era pandemi Covid-19.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Penelitian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengatakan, bahwa  dampak dari pendemi  Covid-19 terhadap industri keuangan syariah di Indonesia adalah lebih minimal dibandingkan dengan sejumlah Negara-negara anggota OKI lain.

“Kinerja industri keuangan syariah Indonesia adalah lebih baik, terutama dalam indikator indeks pasar modal syariah, kemudian pertumbuhan Produk Domestik Bruto,” jelas Sutan Emir Hidayat.

Menurut Sutan Emir, dari sisi fundamental ekonomi, Indonesia yang masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Dijelaskan Sutan Emir, buku “Impacts of The Covid-19 Outbreak on Islamic Finance in The OIC Countries” ini  menyajikan analisis data, tanggapan dan solusi dari dampak COVID-19 pada keuangan syariah yang dibahas berdasarkan perspektif para praktisi, akademisi, dan industri terkait.

Sektor keuangan yang dibahas dalam buku ini, lanjut Sutan Emir,  mencakup sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB).

Berdasarkan data S&P Global BMI, selama Q1 2020, ekuitas global turun 22,3%. Selain itu, berdasarkan proyeksi pertumbuhan PDB  terakhir yang disesuaikan untuk tahun 2020, pertumbuhan perekonomian negara-negara OKI akan mengalami penurunan, dengan proyeksi penurunan terbesar terjadi di Turki, Malaysia, dan Oman.

 

More Stories
Mandiri Syariah Raih Penghargaan dari Global Islamic Finance