Jamkrindo Syariah Raih Laba Rp 18,71 Miliar Kuartal I 2020

PT Jamkrindo Syariah tetap mencatat kinerja yang positif di tengah pendemi virus Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Jamkrindo Syariah tetap mencatat pertumbuhan dari sisi laba, aset dan produksi.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Jamkrindo Syariah – Gatot Suprabowo dalam konferensi pers media secara daring bertema “Jamsyar Menyikapi Kondisi Pandemi Covid-19” pada hari Kamis (14/5).

“Alhamdulillah, Jamkrindo Syariah hingga April 2020 menunjukkan kinerja bisnis yang cukup baik dan ini memberikan kami rasa optimistis bahwa kami dapat bertahan dan melewati masa-masa sulit ini dengan baik,” jelas Gatot Suprabowo.

Menurut Gatot, sampai dengan April 2020, perusahaan yang dipimpinnya mencatat laba senilai Rp18,71 miliar, mencapai 35,27% dari target laba Jamkrindo Syariah di tahun 2020.

“Dibandingkan pencapaian laba di periode yang sama tahun 2019 lalu, laba Jamkrindo Syariah bertumbuh 17,23%,” papar Gatot.

Gatot Suprabowo lalu menjelaskan dari sisi aset.  Sampai April 2020, aset Jamkrindo Syariah tercatat meningkat sebesar 14,09% jika dibandingkan aset per 31 Desember 2019.

“Pertumbuhan aset adalah hasil kontribusi pertumbuhan bisnis, selain  juga penambahan modal disetor oleh Jamkrindo senilai Rp75 miliar pada awal 2020,” ungkap Gatot.

Sedangkan dari sisi produksi, lanjut Gatot, volume penjaminan dapat dikatakan masih sesuai dengan target.

“Sesuai dengan siklus tahunan produksi, pada posisi tersebut adalah sebesar 30%, kemudian realisasi penjaminan adalah sebesar 10,4 triliun atau 29,69% dari target. Sesuai dengan POJK mengenai tingkat kesehatan keuangan perusahaan penjaminan, pada periode tersebut nilai tingkat Kesehatan adalah sebesar 1,2 yang berarti Jamsyar berada pada kondisi Sangat Sehat,” papar Gatot.

Gatot Suprabowo menjelaskan, pencapaian kinerja di atas antara lain bisa diraih dengan  mengoptimalkan program digital guarantee.

“Hal ini tidak terlepas dari program digital guarantee yang diterapkan sudah meminimalisir dampak PSBB,” jelas Gatot.

Dengan  program digital guarantee, lanjut Gatot,  penjaminan dapat dilakukan dengan tanpa hambatan, karena staf Jamkrindo Syariah dapat bekerja dari rumah. Sehingga staf  dengan mudah dapat melayani debitor tanpa harus bertatapan muka.

Menurut Gatot, teknologi dari program digital guarantee ini telah mereka kembangkan sejak tahun 2018. Kemudian  pada tahun 2019 program ini disempurnakan. Lalu mulai di  awal tahun 2020, Jamkrindo Syariah menggunakan program  ini, dan bisa merasakan manfaatnya dalam situasi pendemi seperti sekarang.

Gatot menambahkan, selain program digital guarantee, Jamkrindo Syariah juga mengalihkan strategi dengan fokus pada penjaminan langsung, atau penjaminan pembiayaan.

 

 

More Stories
Generali Berikan Perlindungan Tambahan bagi Nasabah dengan COVID-19