Investor Pemula? Investasi di Reksa Dana Pasar Uang Saja Dulu

Reksa dana pasar uang cocok bagi investor pemula.

Ingin berinvestasi tapi masih bingung menentukan instrumen investasinya? Kamu bisa memulai investasi di instrumen reksa dana, loh. Melalui reksa dana, dana kamu akan dikelola oleh manajer investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya. Instrumen reksa dana pun ada beragam jenis. Nah, bagi investor pemula disarankan untuk membeli reksa dana pasar uang yang berisiko paling rendah.

Presiden Direktur CIMB Principal Asset Management Ridwan Soetedja mengatakan, hal yang menjadi tantangan bagi manajer investasi dan agen penjual reksa dana adalah bagaimana mengalihkan pola pikir masyarakat Indonesia dari saving minded (menabung) menjadi investasi. Produk yang dinilai tepat untuk mendukung hal tersebut adalah dengan reksa dana pasar uang.

“Produk yang memungkinkan untuk itu adalah reksadana. Kami ingin menawarkan (kepada investor) produk yang lebih konservatif dulu, mulai dari reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, baru reksa dana saham. Reksa dana pasar uang adalah produk yang cocok untuk investor awam,” ujarnya, Kamis (19/1).

Chairman Bareksa Karaniya Dharmasaputra menuturkan, sebagian besar masyarakat Indonesia ingin dana simpanan tumbuh lebih baik, maka perlu produk yang relatif aman. Dalam hal ini reksa dana pasar uang pun menjadi jawaban. “Reksa dana pasar uang risikonya kecil karena sebagian investasinya di deposito dan obligasi jangka pendek,” jelasnya.

Dalam kerja sama antara Bareksa dengan Bukalapak di fitur reksa dana online BukaReksa, produk yang ditawarkan adalah reksa dana pasar uang. Co-Founder dan CFO Bukalapak Fajrin Rasyid menilai produk tersebut merupakan produk yang tepat bagi pengguna Bukalapak yang merupakan investor pemula di reksa dana.

“Investor BukaReksa juga banyak yang dimulai investasinya dengan Rp 10 ribu-Rp 30 ribu karena banyak yang masih awam reksa dana itu apa, aman tidak, returnnya seperti apa. Sekarang kami kerja sama dengan CIMB ini suatu hal yang cocok juga karena meminimalkan risiko yang rendah tapi dengan return cukup menjanjikan dibanding tabungan di bank, jadi ini cukup cocok dengan profil investor yang awam dan pemula,” jelasnya.

More Stories
BNI Syariah Fasilitasi Transaksi Wakaf Tunai Syarikat Islam