Ini Lho, Sukuk-Sukuk Berbasis Akad Kerjasama

Aku Cinta Keuangan Syariah kali akan memaparkan jenis-jenis sukuk yang berbasiskan akad kerjasama (partnership based). Apa sajakah jenis-jenis sukuknya?

sukukBerdasarkan AAOIFI Sharia Standards Nomor 17, sukuk berbasis akad kerjasama (partnership based) terdiri dari enam jenis, yaitu; sukuk mudarabah, sukuk musyarakah, sukuk wakalah investasi, sukuk muzara’ah, sukuk musaqah dan sukuk mugharasah. Berikut masing-masing penjelasannya dibawah ini:

1. Sukuk Mudharabah (Mudharabah Certifiates).
Sukuk ini mereprentasikan proyek atau kegiatan bisnis yang dikelola berdasarkan akad mudharabah, dimana salah satu pihak bertindak sebagai mudharib (manajer/pengelola usaha).

2. Sukuk Musyarakah (Musyarakah Certificates).
Sukuk musyarakah adalah sukuk yang merepresentasikan proyek/kegiatan bisnis yang dikelola berdasarkan akad musyarakah (kerjasama usaha), yaitu masing-masing pihak berkontribusi dalam memberikan modal usaha, dan menunjuk salah satu pihak maupun pihak lain untuk mengelola kegiatan bisnis tersebut.

3. Sukuk Wakalah Investasi (Investment Agency Certificates).
Sukuk wakalah ini yaitu sukuk yang merepresentasikan kepemilikan proyek/kegiatan usaha yang dilakukan melalui akad wakalah, dengan cara menunjuk agen untuk mengelola kegiatan usaha/investasi tersebut atas nama investor.

4. Sukuk Muzara’ah (Muzara’ah Certificates).
Sukuk ini diterbitkan dalam rangka memobilisasi dana untuk membiayai kegiatan muzara’a (pertanian), sehingga investor berhak atas bagian dari hasil panen yang porsinya disepakati bersama.

5. Sukuk Musaqah (Musaqa Certificates)
Sukuk musaqah diterbitkan dengan berbasis akad musaqah (irigasi), dalam rangka memobilisasi dana untuk melakukan irigasi lahan atau tanaman dan membiayai pemeliharaannya, sehingga investor berhak atas bagian dari hasil panen yang porsinya disepakati bersama.

6. Sukuk Mugharasah (Mugharasa Certificates)
Ini adalah sukuk yang diterbitkan dengan berbasis akad mugharasah (agrikultur), dalam rangka memobilisasi dana untuk menanam tanaman dan membiayai pemeliharaannya, sehingga investor berhak atas bagian dari lahan dan hasil tanaman.

Jenis-jenis sukuk tersebut di atas merupakan jenis sukuk yang didasarkan pada akad-akad fikih muamalah. Dalam implementasinya, jenis sukuk tersebut kemudian dapat dikembangkan lagi ke dalam berbagai macam jenis sukuk, maupun jenis sukuk yang bersifat kombinas (hybrid), sesuai kebutuhan dan keinginan pihak penerbit sukuk.

More Stories
Mandiri Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Mesjid, Dukung Qonun Syariah