CCO Dompet Dhuafa - Guntur Subagja (kedua kanan) berfoto usai seminar Entrepreneurship 1.0 di Universitas Pertamina, Jakarta (12/2).

Indonesia Butuh Banyak Wirausahawan Muda

Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan muda untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini rasio wirausahawan Indonesia dibandingkan dengan populasi penduduk masih rendah.

“Rasio jumlah pengusaha Indonesia baru 3,1 persen, lebih rendah dari Singapura, Malaysia, Thailand bahkan Vietnam,”ungkap Guntur Subagja, Chief Communication Officer (CCO) Dompet Dhuafa, dalam seminar Entrepreneurship 1.0 di Kampus Universitas Pertamina (Rabu 12/02/2020).
 
Bukan hanya rasio wirausaha saja yang rendah, tapi juga minim individu berketerampilan sangat tinggi, Indonesia hanya 0,5 persen. Sementara Korea Selatan individu berketerampilan tinggi melebihi 18 persen.
 
“Ini merupakan tantangan bagi perguruan tinggi untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, yang memiliki kompetensi untuk bekerja dan membentuk jiwa entrepreneurship,” papar Guntur yang juga merupakan wirausahawan sosial.
 
Dalam seminar yang diikuti sekitar 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pertamina ini, Guntur mengajak para mahasiswa menumbuhkan jiwa kewirausahaan. “Mulai dengan melihat peluang usaha dan mencoba berkolaborasi memulai usaha sejak mahasiswa,” imbaunya.
 
Era sekarang, persoalan modal bukan lagi menjadi penghambat wirausaha. “Selama memiliki konsep bisnis yang bagus, potensi pasar yang bagus, dan investasi yang rasional, banyak mitra perorangan atau lembaga yang bisa diajak bekerjasama,”papar Guntur yang juga Wakil Ketua Umum ILUNI UI Sekolah Pascasarjana UI ini.
 
Guntur mentontohkan yang dilakukan Dompet Dhuafa mengembangkan peternakan domba atau kambing. “Dengan konsep bisnis sentra ternak para kelompok ternak bisa efisien dan menguntungkan. Sehingga kami bisa dengan mudah menjaring investor Rp 2 miliar per kelompok ternak untuk pengembangan 2.000 kambing per sentra,” paparnya. Rencananya Dompet Dhuafa mengembangkan 25 sentra ternak dengan nilai investasi sekitar Rp 50 Miliar. 
 
Hal serupa juga akan dikembangkan untuk usaha sosial Dompet Dhuafa lainnya. “Kami dorong social enterprise memberikan dampak luas bagi masyarakat,” jelasnya.
 
Dosen FEB Universitas Pertamina – Dr Dina Fitria mengapresiasi seminar kewirausahaan yang memaparkan contoh-contoh bisnis praktis. “Kami konsen  memberikan wawasan kewirausahaan bagi mahasiswa Universitas Pertamina,” ujarnya.
 
Sebelum seminar hari ini, dua bulan sebelumnya memberikan kuliah tamu mengenai UMKM dan Koperasi pada mahasiswa FEB Universitas Pertamina.
 

More Stories
Bukopin Syariah Akan Hadir di Banda Aceh