Sekretaris Kabinet Sofyan Djalil mengumumkan dukungan Presiden Joko Widodo untuk pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Januari 2016. Foto: Setkab RI

INDEF: Aksi KNKS Harus Konkret

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) jangan sampai hanya jadi formalitas kebijakan.

Econom Institute Development of Evonomics and Finance (INDEF) Abra Talattov menyambut baik terbentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai oleh Presiden Jokowi Widodo.

Abra menilai KNKS ini secara umum baik diharapkan bisa mendorong konstribusi industri keuangan syariah seperti perbankan dan asuransi. Apalagi menurutnya, industri keuangan syariah memiliki potensi menjanjikan untuk tumbuh dan berkembang, tapi memang  perlu diintegrasikan dengan dukungan kuat dari pemerintah.

”Jangan sampai, KNKS ini hanya jadi formalitas saja. Setelah terbentuk, kebijakannya harus jelas, dukungan pemerintah itu aksinya bagaimana harus konkret. Ini tugas pemerintah, menjawab kebijakan selanjutnya dalam upaya mendorong peningkatan keuangan syariah Indonesia, ” kata Abra kepada MySharing di Jakarta, belum lama ini.

Misalnya, lanjut Abra,  dengan telah terbentuk 14 kebijakan ekonomi belum lama ini oleh pemerintah. Apakah dimungkinkan kebijakan tersebut untuk mendorong pengembangan keuangan syariah, salah satunya.

Abra berharap aksi konkret pemerintah untuk menyinkronkan pelaku berbasis syariah akan sesuai dengan kewenangan dan independensi lembaga kementerian atau otoritas yang termasuk dalam komite tersebut.

”Kami optimis dengan kebijakan dan kewenangan yang konkret daripada KNKS akan menjadikan pertumbuhan keuangan syariah Indonesia meningkat. Instrumen-instrumen syariah dan pendanaan bisa lebih ditingkatkan dalam mendorong pembangunan nasional,” pungkas Abra.

Saat ini saja, lanjut Abra, sudah terlihat dari pengembangan Sukuk yang terus meningkat minat masyarakat untuk membeli instrumen syariah tersebut. ”Minat masyarakat terhadap sukuk tiap tahunnya meningkat. Ini karena underlying project berbeda dengan konvensional yang utamakan bunga, sehingga rugi tidak rugi harus bayar. Tapi, sukuk itu sistemnya bagi hasil,” pungkasnya.

Minat masyarakat terhadap sukuk tiap tahun meningkat Click To Tweet

More Stories
BCA Syariah Catat Aset Rp 7 Triliun Semester I 2019