IKNB Syariah Tumbuh Cukup Menggembirakan

Industri keuangan non bank (IKNB) syariah ternyata beberapa tahun terakhir ini tumbuh cukup menggembirakan. Seberapa pesat pertumbuhan IKNB syariah tersebut?

roadmapiknbsyariah-300x200OJK mencatat perkembangan IKNB Syariah cukup menggembirakan.

Dibandingkan dengan data total perusahaan pada tahun 2010, terdapat peningkatan jumlah perusahaan pada semua industri, meliputi perusahaan perasuransian syariah, perusahaan pembiayaan syariah, perusahaan modal ventura syariah, dan perusahaan penjaminan pembiaayaan syariah baik yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah penuh (full fledged), maupun dalam bentuk unit usaha syariah.

Selain itu ada pula Lembaga Keuangan Syariah Khusus seperti Pegadaian dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia yang menjalankan sebagian kegiatannya dengan prinsip syariah.

“Tingginya pertumbuhan IKNB Syariah ini tentu akan menjadi modal yang cukup kuat bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. OJK sebagai regulator, selalu mendukung perkembangan industri sektor jasa keuangan yang membutuhkan ruang gerak yang dinamis,” demikian diungkapkan Direktur IKNB Syariah – Moch. Muchlasin dalam siaran pers OJK mengenai kegiatan FREKS XIV di Padang, baru-baru ini.

Menurut Muchlasin, pada tahun 2014, terdapat penambahan 7 perusahaan perasuransian syariah, 29 perusahaan pembiayaan syariah, 4 perusahaan modal ventura, dan 3 perusahaan penjaminan pembiayaan syariah.

Kemudian hingga Maret 2016, tercatat 55 perusahaan asuransi syariah dan 40 Perusahaan Pembiayaan Syariah yang telah terdaftar. Pertumbuhan perusahaan start up juga ikut mendorong peningkatan jumlah Perusahaan Modal Ventura Syariah. Sampai periode yang sama terdapat 7 Perusahaan Modal Ventura Syariah yang telah secara resmi menjalankan kegiatan usahanya.

Pada akhir 2015, pangsa pasar asuransi syariah dari segi aset menyentuh 5,43 persen, perusahaan pembiayaan syariah 5,25%, pegadaian 9,5% dan pembiayaan ekspor yang mencapai 13%.

“Untuk asuransi syariah, semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk berasuransi secara tidak langsung juga ikut membantu dalam meningkatkan penetrasi pangsa pasar asuransi syariah. Pada akhir 2015 kemarin, nilai premi asuransi syariah mencapai 5,8% dengan klaim sebesar 3,28%,” demikian Muchlasin.

More Stories
MES Harus Terus Menjadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia