Rapat Kerja Pengurus Islamic Insurance Society di Cikini, Jakarta (14/12).

IIS Dukung Kemajuan Industri Asuransi Syariah di Indonesia

Islamic Insurance Society (IIS) berkomitmen untuk bisa menyiapkan sumber daya insani (SDI) asuransi syariah yang memenuhi ekspektasi industri. Seperti apakah upaya IIS untuk bisa memenuhi hal tersebut?

Islamic Insurance Society mengadakan kegiatan Rapat Kerja Pengurus pada 14 dan 15 Desember 2019  bertempat di Hotel Mercure Cikini, Jakarta. Rapat kerja tersebut merupakan agenda tahunan IIS yang dilakukan setiap akhir tahun dengan agenda tetap pembahasan pelaksanaan program kerja tahun berjalan dan rencana kerja tahun berikutnya.

Menurut Ketua IIS – Ir. Tati Febriyanti, M.Si, AAIK, AAK, FIIS, CIIB, salah satu tujuan IIS adalah untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas dan bersertifikasi bagi industri perasuransian syariah. Guna memenuhi tujuan tersebut, lanjut Tati, IIS selama tahun 2019 telah melakukan 15 sesi pelatihan l basic (472 peserta), 3 pelatihan level ajun ahli (55 peserta) dan 1 pelatihan level ahli (21 peserta). Hingga saat ini, IIS telah mencetak alumni sebanyak 1.139 orang level basic, 397 orang level ajun ahli, dan 36 orang level ahli.

Selain pelatihan reguler, lanjut Tati, IIS juga melakukan kegiatan literasi untuk mempromosikan dan mensosialisasikan ilmu dan pengetahuan tentang perasuransian syariah ke masyarakat luas.

“Tahun ini literasi dilakukan bekerjasama dengan Pusat Kajian Ekonomika dan Bisnis Syariah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Program literasi ini akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya, tidak hanya ke perguruan tinggi tetapi juga ke lembaga atau profesi lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan industri perasuransian syariah,” jelas Tati.

Tati lalu menjelaskan, guna memenuhi amanah yang tertuang dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, IIS bekerjasama dengan LSP Perasuransian Syariah telah melakukan penyesuaian materi pelatihan serta menyiapkan uji kompetensi sesuai dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), implementasi SKKNI tersebut menjadi agenda utama IIS di tahun 2020, selain program kerja internal lainnya.

IIS juga aktif berkontribusi dalam diskusi dengan regulator yaitu OJK, serta berkontribusi dalam diskusi yg diadakan oleh KNKS dalam pembahasan Rencana implementasi pengembangan Ekonomi syariah 2020-2024 dan lain – lain, lanjut Tati.

Tati lalu memaparkan tentang problematika SDI asuransi syariah di Indonesia, salah satu diantaranya adalah, masih sedikitnya SDI asuransi syariah yang telah bersertifikasi syariah. Sehingga, lanjut Tati, saat ini SDI asuransi syariah masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan.

“Pertengahan 2020 nanti, kami optimis bisa menambah lagi sekitar 37 orang level ahli,” jelas Tati.

 

More Stories
CIMB Niaga Syariah Dukung Ekonomi Syariah Dengan Haya Fest 2020