Pembicara di acara 'Ngobras: Ngobrol Santai' Dompat Dhuafa mengenai Investasi Wakaf Tunai di Jakarta.

Dompet Dhuafa Gelorakan Investasi Wakaf Tunai

Kemudahan bertransaksi menjadi pilihan bagi tiap orang untuk terlibat dalam berkolaborasi. Salah satunya, perilaku masyarakat dalam bertransaksi. Penggunaan teknologi menjadi hal lumrah, seperti _financial technology_. Dompet Dhuafa menggelar Ngobrol Santai product knowledge Dompet Dhuafa bersama BNI Asset Management tentang Investasi Wakaf Tunai di Reksa Dana di Pejaten, Jakarta, baru-baru ini.

“Dompet Dhuafa menggelar ‘Ngobras: Ngobrol Santai’ yang merupakan kegiatan reguler Dompet Dhuafa yang ditujukan untuk pihak internal atau karyawan dan karyawati Dompet Dhuafa demi menjaga semangat visi-misi Dompet Dhuafa. Selain itu juga,kami juga mengajak para internal Dompet Dhuafa untuk manfaatkan dunia digital untuk Investasi Wakaf Tunai di Reksa Dana,” jelas Sunarko selaku Manager Wakaf Dompet Dhuafa.

Dalam memenuhi permintaan para nasabah atas produk-produk finansial yang inovatif, BNI Asset Management (BNI-AM) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam Pembentukan Reksa Dana BNI-AM Dana Dompet Dhuafa. Sebuah reksa dana yang memberikan manfaat penyaluran wakaf dari pemegang unit penyertaan. Reksa dana ini, mempunyai horizon investasi jangka panjang dengan kinerja produk 5,72 persen di tahun 2016 hingga tahun 2019 mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 9,2 persen.

Dijelaskan Sunarko, kolaborasi antara Dompet Dhuafa dan PT BNI Asset Management ini untuk penghimpunan dana wakaf produktif melalui investasi di reksa dana syariah BNI-AM, yang berperan sebagai manajer investasi pengelola reksa dana syariah dan menawarkan kepada para investor untuk melakukan wakaf produktif melalui uang kepada Dompet Dhuafa selaku nazhir (pengelola wakaf). BNI Asset Management (BNI-AM) memiliki beragam produk Reksa Dana baik Open-End,Reksa Dana Terproteksi, maupun produk alternatif investasi lainnya (RDPT & KIK EBA).

Di acara Ngobras ini dihadiri oleh Dr. Ir. Iwan Pontjowinoto sebagai Dewan Pengawas Syariah BNI Asset Management (AM), Andri Tribowo sebagai Head of Channel Distribution BNI Reksa Dana BNI-AM (Aset Managament) dan Eri Primaria sebagai Direktur Utama INVISEE.

Menurut Sunarko, dana Dompet Dhuafa memberi para investor akses kepada portofolio investasi yang dikelola secara profesional, terdiversifikasi dalam bentuk pendapatan tetap, termasuk efek bersifat utang atau investasi seperti obligasi syariah dan sukuk, serta instrumen pasar uang yang bersifat syariah. Portofolio investasi tersebut tentunya akan lebih sulit dikelola jika investor mengelola sendiri dengan nilai investasi yang kecil.

More Stories
BCA Syariah Catat Pertumbuhan Berkualitas Semester 1 2020