Ardi Lubis (paing kiri), guru ngaji di Deli Serdang, Sumut, menerima bantuan dari Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa Bantu Guru Ngaji yang Kesulitan Terimbas Wabah Corona

Masyarakat pada umumnya tidak terlepas dari keadaan sosial yang terjadi dengan dampak wabah Corona.  Efek ekonomi yang begitu jelas terjadi berimbas pada unit-unit kecil di tengah masyarakat, salah satunya jasa guru ngaji.

Di tengah pandemi Corona (Covid-19) profesi jasa Guru Ngaji bisa menurun drastis ditambah lagi kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mengakibatkan masyarakat beraktifitas hanya melalui rumah saja. Hal ini dirasakan oleh Muhammad Ardi Lubis (59) sosok guru ngaji di  Deli Serdang, Sumatera Utara yang terkena imbas ekonomi di tengah Corona (Covid-19), selain itu Ardi Lubis menempati rumah yang jauh dari kata layak.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada – Sulaiman mengatakan, “Dompet Dhuafa Waspada merasa prihatin dan terpanggil untuk segera memberikan bantuan. Kita dapat informasinya dari media sosial, jadi begitu kita tahu langsung kita upayakan untuk mengirim tim kesana memberikan bantuan karena kondisinya memprihatinkan sekali”.

Sebelumnya sebuah video tersebar di media sosial tentang rumah seorang guru ngaji bernama Muhammad Ardi Lubis yang menempati hunian tidak layak. Melihat kondisi seperti itu, Dompet Dhuafa Waspada baru-baru ini memberikan bantuan berupa paket sembako kepada Ardi Lubis berada di Desa Kelambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Deli serdang, Sumatera Utara.

Semakin menambah keprihatinan, saat dua bulan lalu, rumah Ardi sempat diterjang angin kencang. Ardi yang juga bekerja sehari-hari sebagai penjual tirai keliling mengaku kesulitan untuk bisa memperbaiki rumahnya, karena tidak punya cukup uang. Semenjak pandemi virus Covid-19 melanda, Ardi dan istri semakin merasa sulitnya ekonomi mereka. Ardi juga mengatakan istrinya yang turut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan mie, saat ini terpaksa tidak lagi berjualan.

“Alhamdulillah, terima kasih sekali untuk Dompet Dhuafa Waspada, saya merasa terharu, karena memang kita sekarang banyak yang terasa kesulitan, terima kasih ya. Semenjak Corona kan sepi yang beli makanan, istri saya jadinya sekarang ya tidak jualan lagi, sulit selama Corona ini,” ucap Ardi Lubis, guru ngaji yang juga Penerima Manfaat DD Waspada.

Di rumah itulah, Ardi dan istri beserta keempat anaknya tinggal. Satu diantara keempat anaknya, memiliki keterbelakangan mental. Kondisi rumah yang dihuninya kurang lebih selama delapan tahun ini hanya terbuat dari anyaman bambu dan daun rumbia, ditambah terpal seadanya. Saat mengunjungi rumah Ardi, tim Dompet Dhuafa Waspada menyaksikan langsung tempat tinggalnya.

“Harapannya kita semua bisa peduli terhadap orang-orang di sekitar, jika semisal tetangga lapar ya bisa membantunya secara bersama-sama, ucap Sulaiman.

Kondisi sulitnya ekonomi yang menimpa Ardi ini sangat mungkin juga dirasakan masyarakat lain di tengah pandemi Covid-19. Ardi Lubis hanya satu dari sekian banyak contoh masyarakat yang butuh pertolongan, masih banyak yang lain lagi yang harus di bantu bersama. Sampai saat ini Dompet Dhuafa Waspada masih terus berupaya mengumpulkan bantuan agar bisa disalurkan kepada mereka yang membutuhkan saat wabah Corona seperti ini.

More Stories
Bank Aceh Syariah, Lokomotif Ekonomi Syariah di Aceh