Treasury and Market Capital Head Danamon - Herman Savio (tengah), Corporate Communications Head - Atria Rai (kiri) dan Ekonom Danamon - Wisnu Wardana (kanan) saat Economic Outlook 2020 di Jakarta (12/12).

Danamon Paparkan Economic Outlook 2020

PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (Bank Danamon), menggelar Media Workshop terkait outlook perekonomian Indonesia tahun 2020 dengan tema “Reaching Global Productivity” di Menara Danamon, Jakarta, Kamis (12/12).

Media workshop yang dibuka Treasury and Capital Market Head Bank Danamon – Herman Savio  ini, menghadirkan pembicara Wisnu Wardana selaku Economist Bank Danamon yang berbagi informasi mengenai pandangan, peluang dan tantangan yang akan hadir di tahun 2020.

Dalam paparannya, Wisnu Wardana selaku Economist Bank Danamon menekankan, tentang pentingnya peningkatan produktivitas dan ekspansi ke pasar global sebagai strategi dalam menjaga kesinambungan perekonomian nasional.

Namun Wisnu mengingatkan, tentang adanya tantangan dalam jangka pendek yang datang dari perlambatan sektor riil di dalam negeri.

“Perekonomian Indonesia di tahun 2020 akan didukung oleh stabilitas sektor eksternal yang relatif lebih kondusif, dan membuka kesempatan, agar dapat fokus pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia serta aset negara, sebagai kekuatan untuk bersaing di pasar internasional,” papar Wisnu dalam kesempatan ini.

Menurut Wisnu, untuk tahun 2020 perekonomian domestik diperkirakan hanya mampu bertumbuh 5%, namun didukung dengan inflasi yang masih terjaga.

Wisnu memaparkan, bahwa di tahun 2020 tersebut konsumsi rumah tangga dan investasi akan mengalami perlambatan. Padahal konsumsi rumah tangga dan investasi adalah penopang utama pertumbuhan perekonomian dalam beberapa tahun terakhir ini.

Menurut Wisnu, gejala perlambatan tersebut sudah mulai terlihat dengan mulai menurunnya penjualan kendaraan dan sektor perdagangan ritel yang sudah terjadi belakangan ini. Karena itu, Wisnu menekankan, perlu adanya inovasi guna menciptakan mesin pertumbuhan baru (komoditas baru), yang bisa mendongkrak kembali konsumsi rumah tangga di tanah air.

Sementara itu dari segi investasi, menurutnya, terdapat kecenderungan perlambatan investasi asing ke Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Hal tersebut dikarenakan situasi global yang masih belum kondusif.

“Investor asing masih akan bersikap wait and see  dalam melakukan investasi, termasuk juga di Indonesia,” jelas Wisnu.

Dampak yang akan terjadi, menurut Wisnu adalah, persaingan didalam  menarik investasi asing ke tanah air akan menjadi semakin ketat. Walapun Pemerintah Indonesia sendiri sudah melakukan berbagai perbaikan regulasi guna mempermudah investasi yang akan masuk ke Indonesia.

 

More Stories
Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Greater China Equity USD Mulai Dipasarkan