Direktur Syariah Banking CIMB Niaga - Pandji P. Djajanegara (tengah) dalam “Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah” di Jakarta (26/3).

CIMB Niaga Syariah Capai Kinerja Positif Sepanjang 2017

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2017. Keberhasilan tersebut tercermin dari sejumlah indikator, seperti asset, DPK, pembiayaan, maupun laba sebelum pajak.

Hal tersebut terungkap dalam acara “Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah” di Jakarta, Senin (26/3/2018).

“Kami bersyukur atas pencapaian CIMB Niaga Syariah di tengah kondisi ekonomi yang menantang pada 2017. Terima kasih atas kepercayaan nasabah dan sinergi seluruh karyawan, baik di CIMB Niaga Syariah maupun CIMB Niaga,” ungkap Direktur Syariah Banking CIMB Niaga – Pandji P. Djajanegara dalam momen diskusi bersama media massa tersebut.

Menurut Pandji, hingga 31 Desember 2017, CIMB Niaga Syariah mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 85,0% menjadi Rp23,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang masih sebesar Rp12,8 triliun.

“Kenaikan ini juga turut meningkatkan pangsa aset CIMB Niaga Syariah terhadap total aset CIMB Niaga, yaitu mencapai 9,3% per 31 Desember 2017 dibandingkan posisi yang sama tahun 2016 sebesar 5,5%,” papar Pandji.

Pandji menambahkan, meningkatnya aset CIMB Niaga Syariah tak lepas dari kenaikan signifikan pada penghimpunan DPK dan penyaluran pembiayaan.

“Total DPK yang berhasil dihimpun hingga akhir 2017 mencapai Rp19,9 triliun atau tumbuh 87,3% dibandingkan DPK tahun sebelumnya sebesar Rp10,6 triliun,” ungkap Pandji.

Lebih jauh dijelaskan Pandji, ada pun  pertumbuhan pembiayaan hingga 31 Desember 2017 mencapai 63,5% menjadi Rp16,7 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun 2016 sebesar Rp10,2 triliun.

“Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan baik pada segmen consumer banking maupun business banking,”  lanjut Pandji.

Pandji lalu menjelaskan, kualitas pembiayaan CIMB Niaga Syariah juga semakin membaik dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) menjadi 0,9% per 31 Desember 2017 dari sebelumnya masih 1,1% pada periode yang sama di tahun 2016.

“Performa yang baik pada berbagai aspek bisnis tersebut membuat CIMB Niaga Syariah berhasil meningkatkan laba sebelum pajak sebesar Rp489,7 miliar per 31 Desember 2017 atau naik 60,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp305,4 miliar,” papar Pandji lagi.

Pandji merasa yakin, bahwa momentum pencapaian gemilang kinerja CIMB Niaga Syariah sepanjang 2017 tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja pada tahun ini.

“Kami optimis dapat mencapai target bisnis yang lebih baik di 2018. Karena itu, kami akan terus memaksimalkan penetrasi produk-produk unggulan kami seperti Tabungan Haji, Tabungan iB Mapan Waqaf, Syariah Gold Card, KPR Syariah, corporate banking, dan commercial banking,” terang Pandji.

Menurut Pandji, guna  mendorong pertumbuhan dan meningkatkan kepuasan nasabah, tahun ini CIMB Niaga Syariah juga akan meluncurkan Platinum Syariah Card dan Syariah Apps. Selain itu, pada segmen business banking, UUS bank BUKU 4 ini juga akan terus meningkatkan partisipasi dalam pembiayaan sektor infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah.

Di samping menggenjot aspek bisnis, Pandji juga menekankan komitmennya untuk mendorong sinergi dengan CIMB Niaga.

“Kami akan terus melanjutkan keberhasilan sinergi melalui penerapan Dual Banking Leverage Model (DBLM) yang terbukti menjadi salah satu kunci pencapaian positif CIMB Niaga Syariah beberapa tahun terakhir,” demikian tutup Pandji Pandji P. Djajanegara, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga.

More Stories
kantor Dubai Islamic Bank
Dubai Islamic Bank Berencana Mengakuisisi Noor Bank