BTPN Syariah Terus Fokus Berdayakan Keluarga Prasejahtera Produktif

Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah menyatakan berkomitmen untuk  terus memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif. Hal tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan BTPN Syariah – Arief Ismail dalam siaran pers BTPN Syariah baru-baru ini di Jakarta.

“Alhamdulillah, komitmen dalam memberdayakan keluarga prasejahtera produktif terus fokus kami lakukan. Peningkatan jumlah pembiayaan bank, namun dengan kualitas yang sehat dan terjaga adalah bukti dukungan kuat dari seluruh stakeholders dalam mewujudkan niat baik mereka, memberi kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti bagi jutaan masyarakat prasejahtera produktif Indonesia,” ujar Arief Ismail.

Menurut Arief, dukungan tersebut akan sangat berarti, terutama dalam masa sulit, karena pendemi COvid-19 yang terjadi secara global seperti sekarang ini.

“Bersama, kita akan lewati secara optimis,” tutur Arief Ismail.

Dalam siaran pers  ini juga dipaparkan, bahwa per Desember 2019, total asset BTPN Syariah menembus 27,8% menjadi Rp 15,4 triliun dari Rp 12,0 triliun yoy. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 24,1% mencapai Rp 9,4 trilun dibanding posisi Desember 2018 sebesar Rp 7,6 triliun. Perseroan juga membukukan pembiayaan sebesar Rp 9,0 triliun, tumbuh 23,7% dibandingkan periode sebelumnya Rp 7,3 triliun. Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini disertai dengan kualitas pembiayaan yang baik, salah satunya NPF terjaga di posisi 1.36%.

BTPN Syariah mempunyai 25 cabang dan 41 Kantor Fungsional Operasional di seluruh Indonesia, namun bank memiliki hampir 12.000 karyawan yang menjemput bola di hampir 70% total kecamatan di Indonesia, yang secara langsung melakukan program pemberdayaan keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan 4 perilaku unggul pemberdayaan yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).

 

 

 

More Stories
Bank Muamalat dan BMM Salurkan Daging Kurban ke Warga TPST Bantargebang