BTPN Syariah Tetapkan Dirut Baru, Hadi Wibowo

BTPN Syariah baru-baru ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT). Dalam RUPST yang diselenggarakan di Jakarta pada 16/4/2020 tersebut, menghasilkan salah satu keputusan yaitu menyetujui Hadi Wibowo sebagai Direktur Utama Perseroan menggantikan Ratih Rachmawati.

Hadi Wibowo sebelumnya adalah menjabat sebagai Chief of Process Transformation perseroan.

Selain Ratih Rachmawati yang menyelesaikan masa tugasnya, Mulia Salim dan Taras Wibawa juga telah menyelesaikan tugasnya sebagai direktur perseroan.

RUPST BTPN Syariah ini kemudian mengangkat Fachmy Achmad yang sebelumnya merupakan Finance and Investor Relation Head perseroan, dan Dwiyono Bayu Winantio yang sebelumnya adalah Distributor Head Area 2 perseroan, masing-masing sebagai Direktur.

Dengan demikian, Susunan Direksi BTPN seusai RUPST adalah sebagai berikut: Direktur Utama – Hadi Wibowo, Direktur Kepatuhan – Arief Ismail, Direktur – Fachmy Achmad, Direktur – Dwiyono Bayu Winantio, Direktur – M. Gatot Adhi Prasetyo.

Sementara untuk susunan Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) BTPN Syariah tidak ada mengalami perubahan.

“Bergantinya kepengurusan di Dewan Direksi dari seluruh internal perseroan menggambarkan, bahwa BTPN Syariah memiliki banyak talenta terbaik untuk membawa perusahaan naik ke kelas berikutnya,” ungkap Arief Ismail, Direktur Kepatuhan BTPN Syariah yang juga merangkap Corporate Secretary.

Diketahui, Hadi Wibowo sendiri adalah salah satu sosok penting dalam merumuskan bisnis Tunas Usaha Rakyat BTPN yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya segmen prasejatera produktif BTPN Syariah saat ini. Sedangkan Dwiyono Bayu Winantio dan Fachmy Achmad memegang peranan yang penting dalam menumbuhkan perseroan dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, keputusan penting lain yang dihasilkan dalam RUPST yaitu menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 347 miliar, atau Rp 45 per unit saham. Nilai dividen tunai tersebut setara dengan 25% dari Laba Bersih tahun buku 2019. Perseroan juga mengalokasikan Rp 20 miliar dari laba bersih sebagai cadangan umum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas.

 

More Stories
Bank Danamon HUT ke-64 Mengajak Masyarakat Menerapkan New Normal dengan Kepedulian Bersama