Direktur Utama BRI Syariah - Ngatari (ketiga dari kiri) berbicara dalam konferensi pers BRI Syariah di Kantor Pusat BRI Syariah, Abdul Muis, Jakarta (30/4).

BRI Syariah Targetkan Menjadi Bank Syariah Terbesar di Indonesia

Direktur Utama BRI Syariah – Ngatari yang baru saja diangkat berdasarkan RUPST BRI Syariah 29 April 2019 mengungkapkan, bahwa manajamen BRI Syariah yang baru akan menyusun program kerja berdasarkan kemampuan dan potensi yang bisa meningkatkan kinerja perusahaan.

“Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan mapping bisnis, kita mengidentifikasi kemampuan dan potensi kita. Untuk jangka pendek kita akan fokus kembangkan mikro, ritel, consumer,” jelas Ngatari dalam konferensi pers BRI Syariah baru-baru ini di Kantor Pusat BRI Syariah, Abdul Muis, Jakarta.

Menurut Ngatari, pihaknya mempunyai cita-cita agar BRI Syariah bisa menjadi bank syariah terbesar di tanah air.

“Seperti perusahaan induk Bank BRI yang bercita-cita menjadi bank konvensional terbesar dan berhasil, cita-cita menjadi bank syariah terbesar ini juga kita akan coba wujudkan di BRI Syariah. Mudah mudahan cita cita ini bisa tercapai dengan kerja keras kita bersama untuk mengembangkan BRI Syariah,” ungkap Ngatari.

Dalam momen konferensi pers tersebut juga disampaikan kinerja bisnis terbaru dari BRI Syariah. Pada triwulan I 2019 BRI Syariah tercatat berhasil mencatatkan pertumbuhan positif. BRI Syariah mencatatkan  pertumbuhan  asset 11,02% secara year on year dari 34,7 miliar menjadi 38,6 miliar.

Pada pembiayaan, BRI Syariah telah mendistribusikan sebesar 22,6 miliar. Jumlah ini meningkat 16,35% dibandingkan tahun 2017. Sementara laba pada Maret 2019 tercatat sebesar 30.06 miliar.

Pembiayaan didominasi segmen komersil, dengan memprioritaskan BUMN, menimbang faktor resiko yang lebih kecil. Pembiayaan komersil diharapkan membawa trickle down business sehingga mempercepat pertumbuhan pembiayaan segmen konsumer, mengingat pembiayaan konsumer adalah kunci dari pertumbuhan bagi BRI Syariah di masa datang.

Kinerja positif BRI Syariah di triwulan I tahun 2019 juga ditunjang pula oleh dana pihak ketiga khususnya pertumbuhan dana murah berupa tabungan. Tabungan tumbuh 15,49% secara Yoy dari 6,3 triliun menjadi 7,3 triliun pada Maret 2019. Tabungan payroll dan tabungan haji merupakan kontributor terbesar bagi peningkatan tabungan dan dana murah Perusahaan. Untuk meningkatkan dana murah dan fee based income, BRI Syariah menjalin kerjasama dengan lembaga, badan pemerintah maupun non pemerintah.

Pada tahun 2019, BRI Syariah akan terus menjalin kerjasama baru, serta meningkatkan sosialisasi dan promosi layanan. Tujuannya adalah mempercepat proses pembiayaan, meningkatkan kualitas pemantauan dan memperluas basis pasar.

Dalam rangka memperluas basis pasarnya di Tanah Air, di bulan April 2019, BRI Syariah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Paytren Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk menggalang sinergi dan potensi yang telah dimiliki oleh kedua belak pihak. Kerja sama Paytren sebagai penyedia jasa sistem pembayaran syariah berbasis server dengan BRI Syariah akan meningkatkan potensi kedua pihak. Hal tersebut dinilai dapat mendorong perkembangan market share perekonomian syariah.

Selain Paytren, di bulan April 2019 BRI Syariah menjalin kerjasama dengan Al Rajhi Bank Malaysia. Perjanjian kerjasama berkaitan dengan pengadaan platform solusi pembayaran ke Kerajaan Arab Saudi melalui sistem Islamic Payment Gateway yang terhubung langsung ke Al Rajhi. Dengan demikian  kerjasama ini akan memudahkan transaksi pengiriman uang dari Indonesia ke Arab Saudi.

Di tahun 2019 BRI Syariah juga terus melanjutkan program pengembangan Teknologi Informasi sebagai bagian dari penerapan rencana strategis Bank, dilandasi keyakinan bahwa IT akan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan pengembangan usaha Bank.

 

More Stories
Laznas BMM Ajak 1.100 Yatim Dhuafa Bermain di Dufan