Direktur Utama BRI Syariah - Moch. Hadi Santoso (kedua dari kiri) dan Chief Operating Officer of Al Rajhi Bank Malaysia - Zarir Mohd Rawi (kedua dari kanan) berfoto usai Memorandum of Understanding (MoU) BRI Syariah dengan Al Rajhi Bank Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia (29/3).

BRI Syariah Dukung Ekosistem Haji dan Umrah

Sebagai salah satu bank umum syariah (BUS) terbesar di Indonesia, BRI Syariah serius dalam mendukung ekosistem haji dan umrah di Indonesia.

Keseriusan ini diwujudkan BRI Syariah melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Pengadaan Platform Solusi Pembayaran ke Kerajaan Arab Saudi dengan Al Rajhi Bank Malaysia hari ini, Jumat (29/3) di Kuala Lumpur, Malaysia.  Al Rajhi Bank sendiri telah dikenal sebagai salah satu bank syariah terbesar di  Arab Saudi.

Penandatanganan kerjasama  BRI Syariah dengan Al Rajhi Bank Malaysia dilakukan oleh Direktur Utama BRI Syariah – Moch. Hadi Santoso dan Chief Operating Officer of Al Rajhi Bank Malaysia – Zarir Mohd Rawi.

Menurut Direktur Utama BRI Syariah – Moch. Hadi Santoso kerjasama ini akan meningkatkan efisiensi transaksi keuangan industri haji dan umrah, karena menggunakan sistem Islamic Payment Gateway yang terhubung langsung ke Al Rajhi. Nantinya, transaksi pengiriman uang dan valuta asing dari nasabah BRI Syariah di Indonesia kepada nasabah Al Rajhi dan Riyadh Bank di Arab Saudi terlaksana lebih cepat dengan biaya lebih murah.

“Pemerintah telah mendukung dan mendorong bank-bank syariah di Indonesia untuk melakukan ekspansi agar pangsa pasar perbankan syariah kian meningkat. Kami ambil peluang ini, menjalin kerjasama dengan bank syariah terbesar di Arab Saudi, Al Rajhi Bank, melalui cabang yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia,” papar Hadi.

Bagi BRI Syariah, lanjut Hadi, ini adalah upaya mendukung ekosistem haji dan umrah. Karena di Indonesia, lebih dari 200,000 umat muslim menunaikan ibadah haji setiap tahun. Di luar itu, jumlah penduduk Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah juga terus bertambah.

“Kami melihat industri haji dan umrah harus difasilitasi dengan platfrom solusi pembayaran ke Arab Saudi yang cepat dan efisien,” jelas Hadi.

Hadi lalu menandaskan, “Selama ini biro perjalanan haji umrah yang melakukan transaksi pengiriman uang ke Arab Saudi dengan sarana swift membutuhkan waktu sekitar dua hari dan biaya yang relatif mahal. Nantinya, transaksi pengiriman uang dari BRI Syariah di Indonesia akan terlaksana lebih cepat dan murah.”

Pada kesempatan yang sama, Chief Operating Officer of Al Rajhi Bank Malaysia Zarir Mohd Rawi mengatakan, “Al Rajhi Bank sangat senang bisa bekerja sama dengan BRI Syariah. Kerjasama ini memungkinkan para pelaku industri haji dan umrah melakukan transaksi keuangan seperti pengiriman uang dan valuta asing dengan harga kompetitif.”

Menurut Hadi, BRI Syariah sebagai salah satu bank umum Syariah di Indonesia sangat mendukung ekosistem haji umrah yang ada di Indonesia. Untuk itu BRI Syariah menyediakan produk dan layanan bagi masyarakat, salah satunya Tabungan Faedah Haji  BRIsyariah iB.

Jumlah nasabah Tabungan Faedah Haji  BRIsyariah iB setiap tahun menunjukkan pertumbuhan. Pada Desember 2018 jumlah nasabah Tabungan Faedah Haji  BRIsyariah iB mencapai 731,030, naik 39% dibandingkan Desember 2017 yaitu 525,900. Kepada nasabah Tabungan Faedah Haji  BRIsyariah iB, BRI Syariah juga sudah menyediakan kemudahan layanan digital bagi nasabahnya. Salah satunya adalah pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada tahun 2019 ini melalui mobile banking andalan BRI Syariah, BRIS Online.

 

 

More Stories
BNI Syariah Gelar Green Ramadhan Untuk Ramadhan Berkualitas