Suasana penandatangan kerjasama BRI Syariah dan ITB secara virtual

BRI Syariah dan ITB Kerja Sama di Bidang Jasa Layanan Perbankan Syariah

PT Bank BRISyariah Tbk (BRI Syariah) baru-baru ini melakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk penyediaan produk dan jasa layanan perbankan syariah. Penandatanganan kerja sama kedua lembaga tersebut dilakukan oleh Direktur Utama BRI Syariah – Ngatari dan Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D.secara virtual.

Kerjasama antara kedua lembaga meliputi pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah seperti pembayaran gaji karyawan; pelayanan pembayaran kewajiban-kewajiban mahasiswa (pembayaran SPP, PMB) dan tagihan mahasiswa lainnya; kerja sama pemanfaatan produk haji dan umroh; kerja sama pelayanan dan jasa perbankan syariah lainnya.

Selain itu disepakati juga kerja sama dalam hal pengembangan SDM, pemberian bantuan khususnya bidang pendidikan, dan kerja sama di bidang tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat).

Direktur Utama BRI Syariah – Ngatari dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada ITB atas kepercayaannya melalui kerja sama ini. Ngatari berharap, kerja sama ini dapat membawa manfaat bagi ITB dan BRI Syariah.

“Di tahun 2020 kami berupaya memperluas basis nasabah. Salah satu strateginya adalah dengan menjalin kerja sama penyediaan layanan fasilitas jasa perbankan dan pembiayaan kepada anggota lembaga pendidikan. Kerja sama dengan ITB, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki rekam jejak sangat bagus di Indonesia, menyediakan potensi peningkatan bisnis baik dari segi dana maupun pembiayaan,” ujar Ngatari.

Menurut Ngatari, kerja sama ini merupakan peluang bagi BRI Syariah guna meningkatkan dana murah tabungan. “Kami menargetkan dapat mengajak sekitar 10 persen dari total mahasiswa dan pengajar di ITB untuk bertransaksi lewat BRI Syariah,” kata Ngatari.

Ngatari menambahkan, selain menargetkan penambahan jumlah nasabah tabungan, kerja sama ini juga diharapkan ikut berkontribusi meningkatkan penyaluran pembiayaan BRI Syariah.

Sementara itu, Rektor ITB – Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., menyambut positif kerja sama dengan BRI Syariah, yang merupakan lanjutan dari kerja sama sebelumnya yang sudah terjalin.

“Melalui acara ini sebetulnya sebagai payung hukum atas kerja sama yang lebih luas. Prinsipnya saling membantu saling melengkapi kompetensi masing-masing dan saling menguntungkan sehingga kedua institusi dapat maju bersama sejalan dengan moto ‘In Harmonio Progressio’ atau maju bersama,” ujar Prof. Reini.

Menurut Prof. Reini, seiring perkembangan zaman, ITB harus bertransformasi ke era digital atau konsep 4.0. Sehingga diperlukan adanya modernisasi dalam manjemen di ITB, salah satunya dalam sistem keuangan. “Sistem keuangan adalah cermin dari proses bisnis secara menyeluruh, apabila sistem keuangan baik, maka akan baik pula pada aspek-aspek yang lain,” kata Prof. Reini.

Sampai dengan kuartal ke III 2020, BRI Syariah tumbuh dari sisi aset, pembiayaan, dan juga Dana Pihak Ketiga (DPK). Pertumbuhan ini di atas rata-rata industri.

Di sisi aset, BRI Syariah membukukan pertumbuhan 51,4% (yoy), menjadi Rp 56 triliun pada September 2020 dari Rp 37 triliun pada September 2019. Kinerja pembiayaan BRI Syariah pada September 2020 naik 57,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 40,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 25,5 triliun. Sedangkan, Dana Pihak Ketiga tumbuh 72,69% menjadi Rp 48,7 triliun pada September 2020, dari Rp 28,2 triliun di September 2019.

Sementara itu, untuk Laba BRI Syariah meraij pertumbuhan signifikan mencapai 237% menjadi Rp 191 miliar pada September 2020, dari Rp 56 miliar di September 2019.

 

 

More Stories
Lelang Wakaf Catat Komitmen Rp 30,32 Miliar