Direktur Utama BRI Syariah - Moch. Hadi Santoso

BRI Syariah Bukukan Kinerja Bisnis Positif Triwulan III 2018

Di Triwulan III 2018  ini, BRI Syariah memperlihatkan kinerja keuangan yang kembali meningkat. Aset, pembiayaan, penghimpunan dana, serta indikator kinerja memperlihatkan tren positif.

Demikian hal tersebut terungkap dalam Siaran Pers BRI Syariah di Jakarta yang diterima MySharing pada 1 November 2018.

Dalam siaran pers tersbut dipaparkan bahwa total aset BRI Syariah pada Triwulan III – 2018 mengalami peningkatan sebesar 19% secara Year on Year (yoy) menjadi Rp36,18 Triliun dari posisi sebelumnya Rp30,42 Triliun pada Triwulan III – 2017.

Fungsi intermediary BRI Syariah tetap berjalan baik di tengah makro ekonomi yang masih belum pulih. Penyaluran dana melalui pembiayaan telah tumbuh sebesar 14% secara yoy. Pembiayaan meningkat dari Rp18,66 Triliun pada akhir September 2017 menjadi Rp21,28 Triliun pada September 2018.

Selain itu, di tengah likuiditas yang masih ketat, BRI Syariah masih terus bisa konsisten  melakukan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir September 2018, Penghimpunan DPK mencapai angka Rp27,76 Triliun atau secara yoy meningkat sebesar 9% dari posisi yang sama di 2017 yaitu sebesar Rp25,36 Triliun. Sedangkan dari sisi laba, BRI Syariahberhasil membukukan laba bersih per September 2018 sebesar Rp 151 Miliar atau meningkat 19% secara yoy dari posisi yang sama pada tahun lalu yang mencapai laba sebesar Rp 127 Miliar.

“Peningkatan laba bersih BRIsyariah pada triwulan III – 2018 ini memang tidak sebesar peningkatan laba bersih yang berhasil dibukukan BRI Syariah pada triwulan sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari masih berlangsungnya proses transformasi terutama pada area manajemen risiko di BRI Syariah” ujar Moch. Hadi Santoso, Direktur Utama BRI Syariah saat berbicara tentang laporan keuangan triwulanan BRIsyariah yang telah dipublikasikan.

Lebih lanjut disampaikannya, transformasi pada area manajemen risiko di BRI Syariah khususnya di bidang pembiayaan masih menjadi fokus kami saat ini, mulai dari proses underwriting yang dilakukan untuk perbaikan kualitas pembiayaan hingga memupuk kecukupan pencadangan sebagai bagian yang terintegrasi dalam manajamen risiko pembiayaan.

“Hal ini mungkin akan berdampak pada laba bersih Perseroan yang diproyeksikan akan berlangsung hingga 2019, namun jika dilihat dari laba operasi sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP), kami optimis angka ini akan terus tumbuh,” lanjut Hadi Santoso.

Sementara itu, Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan Bank BRI menyatakan, bahwa Bank BRI akan memberikan support sepenuhnya kepada BRI Syariah dalam rangka mendorong kinerjanya melalui berbagai sinergi bisnis berupa dukungan finansial, infrastruktur, manajemen SDM, operasional, hingga pemasaran.

“Pencatatan saham perdana BRI Syariah (BRIS) di Bursa Efek Indonesia pada Tanggal 9 Mei 2018 lalu merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan salah satu pilar penunjang tercapainya tujuan Bank BRI di Tahun 2022 sebagai The Most Valuable Bank in South East Asia & Home to the Best Talent,” jelas Haru.  

 

More Stories
BRI Life Luncurkan Davespro dan Davestera Optima Syariah