Salah satu Kantor Cabang BRI Syariah yang beralamat sama (colocation) dengan Kantor Cabang BRI dalam rangka Qanun LKS di Aceh.

BRI Syariah Buka 11 Kantor Cabang Baru di Aceh, Implementasi Qanun LKS

BRI Syariah bersama BRI berkomitmen hadirkan kemudahan keuangan syariah bagi masyarakat Aceh.  Kemudahan tersebut dibuktikan melalui pembukaan 11 Kantor Cabang BRI Syariah yang beralamat sama (colocation) dengan Kantor Cabang BRI pada hari ini, Kamis (16/04) di Aceh.

11 Kantor Cabang BRI Syariah  tersebut dibuka di 11 Kota di Provinsi Aceh, yakni Banda Aceh, Bireuen, Blangpidie, Kutacane, Kuala Simpang, Langsa, Lhokseumawe, Meulaboh, Sigli, Takengon,  dan Tapaktuan.

Dengan adanya 11 Kantor Cabang BRI Syariah di 11 Kota, akan semakin mempermudah masyarakat Aceh memindahkan simpanan dan pinjamannya kepada BRI Syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BRI Syariah – Mulyatno Rachmanto.

“Kami  bersinergi penuh dengan induk kami, BRI, untuk menghadirkan layanan keuangan syariah bagi masyarakat Aceh. Setelah pembukaan Kantor Cabang di 11 kota, kami terus mengakselerasi proses konversi dengan pembukaan Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) di seluruh unit kerja BRI. LSBU adalah layanan syariah yang dilakukan oleh pekerja bank konvensional di unit kerja konvensional sesuai izin OJK,” papar Mulyatno.

Menurut Mulyatno, masyarakat Aceh yang memerlukan layanan keuangan syariah dapat mengakses-nya melalui 13 Kantor Cabang dan 7 Kantor Cabang Pembantu yang tersebar di 11 kota/ kabupaten di Aceh. Nasabah BRI di Aceh yang ingin mengkonversi simpanan dan pinjamannya, bisa dating langsung ke kantor BRI Syariah dengan membawa tanda pengenal yang berlaku dan buku tabungan.

Di tahun 2020, lanjut Mulyatno,  BRI Syariah menargetkan konversi lebih dari 159 ribu nasabah pembiayaan dan lebih dari 3,2 juta nasabah simpanan. Untuk itu, BRI Syariah terus bersinergi dengan induknya melakukan sosialisasi imbauan konversi simpanan dan pembiayaan. Selain itu, BRI Syariah aktif bekerjasama dengan TNI, Polri serta satuan kerja di bawah Kementerian Hukum dan HAM, Mahkamah Agung di Provinsi Aceh, dan satker serta institusi lainnya.

Mulyatno lalu menjelaskan, mengingat banyaknya nasabah pembiayaan yang tertarik pembiayaannya ditake over ke BRI Syariah, maka BRI Syariah juga sudah menyiapkan system guna mempercepat proses take over. BRI Syariah mengimplementasikan i-Kurma (KemaslahatanUntuk Rakyat Madani). I-Kurma adalah aplikasi digital untuk mempercepat proses approval pembiayaan. Dengan i-Kurma, proses pencairan pembiayaan mikro akan dipercepat.  Selama ini, proses bisnis pembiayaan mikro membutuhkan waktu sekitar sembilan hari.  Dengan adanya i-Kurma, permohonan pembiayaan mikro bisa selesai dalam satu hari ketika dokumen yang diperlukan sudah lengkap.

“Qanun Keuangan Syariah ini diperuntukkan bagi masyarakat Aceh. Bersama-sama kita membangun perekonomian Aceh. Oleh karena itu, kami sampaikan kepada masyarakat agar segera memindahkan simpanan dan pinjamannya kepada BRI Syariah di tahun 2020 ini,” demikian tutupMulyatno.

 

 

 

 

 

More Stories
BNI Syariah Gelar Milad 10, Tasyakur Hasanah Secara Virtual