Suasana training tim Marketing Holistic Community BPRS Mitra Amanah, Palangkayara..
Suasana training tim Marketing Holistic Community BPRS Mitra Amanah, Palangkaraya.

BPRS Harus Inovatif dan Kreatif

Untuk bisa bersaing, BPRS harus kreatif didalam manajemen pemasaran dan juga produk/layanannya. Seperti apakah wujud dari kreatifitas tersebut?

Suasana training tim Marketing Holistic Community BPRS Mitra Amanah, Palangkayara..
Training tim Marketing Holistic Community BPRS Mitra Amanah, Palangkaraya.

Seperti juga lembaga keuangan lainnya, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) harus bersaing didalam meraih pangsa pasar layanan jasa keuangan yang diberikannya. Apabila tak mampu bersaing, BPRS pun terancam untuk ditutup atau gulung tikar.

Oleh karena itu, BPRS harus inovatif dan kreatif didalam me-manaje produk-produk dan layanan jasa keuangan syariahnya ke para nasabah, sehingga eksistensi BPRS menjadi penting dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat disekitarnya.

Hal itu pulalah yang dilakukan oleh BPRS Mitra Amanah, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. BPRS ini selalu berusaha melakukan terobosan-terobosan baru didalam manajemen pemasaran maupun produk dan layanannya.

Menurut Direktur Utama BPRS Mitra Amanah – Nur Syamsudin Buchori, untuk mengembangkan BPRS yang dipimpinnya, pihaknya sangat menyadari bahwa tim marketing adalah salah satu ujung tombak terdepan didalam meraih banyak nasabah. Karena itu, BPRS Mitra Amanah sangat menyiapkan tim marketing tersebut. Selain menyiapkan tim marketing internal, BPRS ini juga meng-hire tim marketing dari pihak eksternal, seperti para mahasiswa dan juga profesi lainnya yang mau menjadi tim marketing BPRS ini.

“Kami melakukan terobosan didalam pemasaran. Diantaranya kami membuat tim Marketing Holistic Community (MHC). Tim ini aktif memasarkan produk deposito dan pembiayaan kami ke para calon nasabah potensial. MHC ini terdiri dari para mahasiswa dan juga profesi lainnya. Mereka kami berikan training tentang perbankan syariah, agar mereka paham transaksi perbankan syariah dan akad-akadnya, sehingga nantinya bisa menjelaskan produk dan layanan kami ke masyarakat,” jelas Nur Syamsudin Buchori kepada MySharing.

Selain itu, lanjut Buchori, pihaknya juga memberikan training tentang kewirausahaan (enterpreneur) kepada tim MHC ini, agar mereka juga bisa tergerak menjadi pengusaha. “Mereka kami ajarkan tentang bagaimana menjadi enterpreneur. Dan apabila mereka sudah menjadi pengusaha, dan bisnis atau usaha mereka itu sudah jalan, dan kami nilai sudah layak dibantu, maka kami akan memberikan dukungan pembiayaan untuk memperbesar usahanya,” jelas Buchori.

Ditambahkan Buchori, tim MHC ini aktif memasarkan produk-produk dan layanan jasa keuangan syariah dari BPRS Mitra Amanah ke seluruh segmen pasar yang potensial di kota Palangkaraya dan sekitarnya. Dengan keberadaan tim ini yang aktif menjalankan fungsi dan tugasnya, posisi kinerja aset dan pembiayaan BPRS Mitra Amanah bisa terus terdongkrak dengan cukup signifikan.

Selain melakukan inovasi dalam teknis pemasaran diatas, BPRS Mitra Amanah, lanjut Buchori, juga berusaha untuk selalu kreatif didalam menyediakan produk-produk dan layanan jasa keuangan syariah yang menarik bagi masyarakat.

BPRS Mitra Amanah, menurut Buchori, menyediakan produk-produk jasa keuangan syariah berupa simpanan yang menarik bagi para nasabahnya. Misalnya, bagi para pengambil simpanan deposito minimal Rp 1 milyar dengan jangka waktu tertentu, maka BPRS Mitra Amanah akan memberikan hadiah mobil Honda Brio. Kemudian, untuk deposito sebesar Rp 100 juta dengan rentang waktu tertentu, maka akan diberikan hadiah motor matic.

“Namun apabila nasabah tidak mau mengambil hadiah dalam bentuk produk otomotif tersebut, maka nasabah bisa menerima imbal bagi hasil simpanannya dalam bentuk uang seperti biasanya,” jelas Buchori.

Hadiah berupa mobil atau motor bagi pengambil deposito dengan nilai tertentu dan jangka waktu tertentu itu, bisa diberikan BPRS Mitra Amanah, karena nilai bagi hasil BPRS yang dipimpinnya mempunyai ekuivalen yang cukup besar yaitu rata-rata diatas 13%. “Rentang ekuivalen rate yang bisa kami berikan, yaitu antara 11,96% sampai 18%,” jelas Nur S Buchori.

Diakui oleh Buchori, inovasi pemasaran dan produk/layanan yang dilakukan oleh BPRS Mitra Amanah ternyata berhasil direspons positif oleh para nasabah. Sehingga BPRS ini dalam waktu singkat keberadaannya telah mampu membukukan kinerja bisnis yang cukup signifikan.

Buchori lalu menambahkan, inovasi pemasaran dan produk/layanan jasa keuangan syariah BPRS yang dipimpinnya akan terus diperbaharui, dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat nasabahnya, agar BPRS Mitra Amanah ini dapat terus eksis, maju dan kuat didalam memberikan jasa layanan keuangan syariah di wilayah beroperasinya.

“Kami tak akan berhenti melakukan inovasi. BPRS harus maju, dan bermanfaat bagi masyarakat, dengan layanan jasa keuangan syariahnya yang berkah dan menentramkan,” demikian tutup Nur Syamsudin Buchori, Direktur Utama BPRS Mitra Amanah, Palangkaraya menutup pembicaraan dengan MySharing.

More Stories
Waspadai Fintech Peer To Peer Lending Ilegal!