Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah - Wahyu Avianto (kiri) bersama Rektor IAIN Madura - Mohammad Kosim (kanan) dalam Seminar Nasional Ekonomi Islam di IAIN Madura, Selasa (30/04).

BNI Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Lewat Industri 4.0

BNI Syariah berusaha meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah -, Wahyu Avianto dalam Seminar Nasional Ekonomi Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, kemarin, Selasa (30/4).

Pada kesempatan ini hadir pula Rektor IAIN Madura – Mohammad Kosim; Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI – Dadang Setiabudi, dan Sekretaris I DPP IAEI – Roikhan Mochamad Aziz.

Seminar nasional dengan tema “Islamic Fintech: Menakar Peluang dan Ancaman Keuangan dan Pemasaran Digital pada industri 4.0” ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta strategi menghadapi isu keuangan global kepada mahasiswa, dosen, dan pelaku bisnis. Seminar nasional ini diinisiasi oleh IAIN Madura dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dalam rangka literasi keuangan syariah kepada milenial

Menurut Wahyu, untuk meningkatkan inklusi dan literasi perbankan syariah ini teknologi digital berperan penting. Pada tahun ini, lanjut Wahyu, BNI Syariah sedang gencar melakukan transformasi digital.

Wahyu melanjutkan, transformasi digital ini dilakukan dengan penerapan metodologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan nasabah (metodology human center design). Hal ini dilakukan dengan pengembangan aplikasi digital yang bisa memenuhi kebutuhan gaya hidup nasabah dalam beribadah dan bertransaksi setiap hari.

“Dalam pengembangan digital, kami melakukan beberapa langkah strategis diantaranya pengembangan digitalisasi layanan perbankan, kolaborasi atau bekerjasama dengan perusahaan startup berbasis teknologi,” papar Wahyu.

Dalam pengembangan aplikasi digital, lanjut Wahyu, BNI Syariah mengembangkan platform dan aplikasi payment untuk donasi ZIS dan wakaf yang menyatukan lembaga-lembaga LAZ dan nazhir melalui website www.wakafhasanah.bnisyariah.co.id dan aplikasi android.

Terkait kolaborasi teknologi, jelas Wahyu, saat ini BNI Syariah telah bekerja sama dengan 50 perusahaan teknologi meliputi e-commerce, fintech, serta perusahaan startup berbasis teknologi. Kerjasama ini terkait dengan penggunaan platform maupun pemanfaatan produk bank.

“Dengan kerjasama ini diharapkan ada beberapa benefit yang didapatkan BNI Syariah, yaitu peningkatan fee based income maupun pengendapan DPK,” jelas Wahyu lagi.

Wahyu menambahkan, pada 2019, BNI Syariah menargetkan 100 perusahaan teknologi yang akan bekerjasama, termasuk perusahaan fintech.

“BNI Syariah tengah merancang skema investasi untuk turut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan perekonomian syariah melalui startup di Indonesia,” lanjutnya.

Sebagai gambaran, anggaran belanja modal (capital expenditure) tahun 2019 untuk proses otomasi di BNI Syariah sebesar Rp 135 miliar dimana 50% digunakan untuk pengembangan digital. Anggaran ini naik dua kali lipat dibanding 2018 sebesar Rp 66 miliar.

 

 

 

More Stories
BNI Syariah Dukung Upaya Memakmurkan Masjid