Dirut BNI Syariah - Abdullah Firman Wibowo berbicara dalam Kuliah Tamu Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, pekan lalu.

BNI Syariah Siap Gencarkan Literasi Keuangan Syariah

BNI Syariah siap meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui industri 4.0. Industri 4.0 ini dicirikan yaitu penggunaan internet of things (IoT), teknologi awan, dan big data.

Langkah BNI Syariah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah ini dipaparkan oleh Direktur Utama BNI Syariah – Abdullah Firman Wibowo dalam Kuliah Tamu Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, baru-baru ini.

Firman membawakan materi  berjudul inovasi perbankan syariah dalam membangun ekonomi Indonesia di era industri 4.0.

Dipaparkan Firman, saat ini angka literasi dan inklusi keuangan syariah masih cukup rendah. Berdasarkan data survey nasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan syariah hanya 8% atau lebih rendah dibandingkan literasi keuangan konvensional 30%.  Selain itu, untuk inklusi keuangan syariah baru sebesar 11%, lebih rendah dibandingkan dengan inklusi keuangan konvensional yaitu 68%.

Menurut Firman, angka literasi dan inklusi keuangan syariah yang rendah ini seakan menjadi paradoks. Hal ini karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar didunia. Seiring dengan angka literasi dan inklusi dalam negeri yang rendah, Indonesia hanya menempati posisi ke-sepuluh dalam pangsa pasar Islamic finance di dunia (Sumber: IFSI Stability Report, IFSB 2017).

“Dengan adanya industri 4.0 dan potensi industri halal yang masih belum banyak berkembang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi industri keuangan syariah,” lanjut Firman.

Sebagai Hasanah Banking Partner, menurut Firman, BNI Syariah berusaha menangkap peluang ini melalui pengembangan layanan berbasis digital dalam rangka memberikan layanan yang terbaik sesuai prinsip syariah kepada masyarakat.

Firman menambahkan, ada beberapa layanan berbasis digital yang sedang dikembangkan BNI Syariah selain e-banking yang telah dimiliki sebelumnya, diantaranya uang elektronik, laku pandai, dan Crowd Funding Wakaf Hasanah. BNI Syariah juga berusaha mempertemukan stakeholder industri halal dan mendorong wirausahawan melalui Hasanah Spot.

Selain acara kuliah tamu, di UGM, BNI Syariah juga melakukan penyerahan dana CSR berupa beasiswa kepada mahasiswa UGM sebesar total Rp 50 juta.

 

More Stories
Sinarmas MSIG Sinergi dengan Bukopin Syariah Luncurkan Bancassurance