Direktur Utama RS Haji Jakarta - Syarief Hasan Lutfie (ketiga dari kanan) dan Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah - Dhias Widhiyati (ketiga dari kiri) berfoto bersama usai penandatangani MoU BNI Syariah dengan RS Haji Jakarta di Jakarta (12/4).

BNI Syariah Fasilitasi RS Haji Jakarta Produk Bank Syariah

BNI Syariah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan RS Haji Jakarta. Kerja sama ini mengenai pemanfaatan produk dan jasa BNI Syariah untuk manajemen dan pegawai RS Haji Jakarta.

Acara penandatangan nota kesepahaman dilakukan di RS Haji Jakarta, Pondok Gede, akhir pekan lalu. Bertindak sebagai penandatangan perjanjian kerjasama adalah Direktur Utama RS Haji Jakarta – Syarief Hasan Lutfie dan Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah – Dhias Widhiyati.

Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah – Dhias Widhiyati mengatakan, ada beberapa potensi bisnis yang bisa digarap dari nota kesepahaman ini.

“Salah satunya produk cash management Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU) dan Integrated Hajj Center patau Indonesia Hajj Centre,” kata Dhias.

Selain itu, lanjut Dhias ada juga potensi pembiayaan alat kesehatan dan pembiayaan pembangunan gedung Hajj Center maupun pembiayaan konsumer maupun menengah yang juga dapat digarap.

Ditambah lagi payroll, tabungan haji dan umrah karyawan dan pembiayaan konsumer untuk dokter serta pegawai RS Haji Jakarta. Ada juga potensi dana pihak ketiga (DPK) dari payroll pegawai dan manajemen RS Haji Jakarta.

“Potensi bisnis ini seiring dengan jumlah pegawai di RS Haji Jakarta sebesar 733 orang dengan jumlah tenaga medis 22 orang, perawat 314 orang, professional kesehatan 117 orang dan non kesehatan 280 orang,” jelas Dhias.

Menurut Dhias, tujuan kerja sama untuk meningkatkan literasi perbankan syariah. Selain itu juga mendukung terciptanya sinergi dalam halal healthcare dan pengelolaan transaksi serta kebutuhan produk perbankan syariah lain. Lebih lanjut dijelaskan Dhias, kerja sama ini akan memberikan dampak bisnis bagi BNI Syariah dan RS Haji Jakarta yang merupakan nasabah eksisting BNI Syariah.

Dhias menambahkan, BNI Syariah saat ini fokus menggarap kerja sama dan potensi untuk Halal Ecosytem. Ini karena potensi bisnis halal ecosystem baik untuk bidang halal healthcare dan halal pharmaceutical dengan total sebesar Rp 70 triliun (State of Global Islamic Economy Report 2017).

Rumah Sakit Islam ataupun RS Syariah merupakan bagian dari Halal Ecosystem. Sejak tahun 2017 BNI Syariah juga telah bekerja sama dengan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Saat ini ada sebanyak 263 rumah sakit yang menjadi anggota MUKISI.

Hingga awal 2019, BNI Syariah telah melakukan kerjasama dengan 104 rumah sakit dan industri kesehatan lainnya. Dari kerjasama ini, total pembiayaan yang telah disalurkan sebesar Rp 980 miliar.

 

 

More Stories
Komitmen Pasta Gigi Sasha Menjaga Kehalalan Keseluruhan Produksi