SEVP Bisnis Retail dan Jaringan BNI Syariah - Iwan Abdi (kedua dari Kiri) memberikan mock up kepada pemenang program Deureuham, kemarin (24/10) di Jakarta.

BNI Syariah Berangkatkan Umrah Dai Pedalaman dan StartUp Deureuham

BNI Syariah semalam, Rabu (24/10) memberangkatkan umroh 8 dai tangguh pedalaman dari Batam hingga Ternate dan 6 pemenang wirausaha start up dalam program Deureuham.

Pemberangkatan umroh para jamaah dilakukan oleh SEVP Bisnis Retail dan Jaringan BNI Syariah – Iwan Abdi yang juga dihadiri Plt. Direktur BEKRAF -Yuke Sri Rahayu, dan Direktur Utama Al Bilad Universal – Jamaludin Mahmud bertempat di J Hotel Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Pemberangkatan  8 dai tangguh pedalaman ini adalah bagian dari program  Benteng Hasanah di Batas Negeri dari BNI Syariah. Sementara itu, pemberangkatan 6 wirausaha start up adalah  terkait dengan program Deureuham, yang merupakan kerjasama BNI Syariah dengan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif).

SEVP Bisnis Retail dan Jaringan BNI Syariah – Iwan Abdi dalam momen pelepasan ibadah umroh tersebut sangat menyambut positif para peserta kedua program, baik Deureuham maupun Benteng Hasanah.

Start up muda Deureuham dan dai merupakan Duta Hasanah yang layak dan patut dicontoh oleh masyarakat,  baik dari sisi penggerak wirausaha syariah dan berbagi ilmu untuk sesama. Sehingga melalui program ini kami berharap dapat memfasilitasi para pejuang Hasanah untuk terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat khususnya dari sisi industri kreatif,” ungkap Iwan Abdi.

Program Benteng Hasanah  di Batas Negeri itu sendiri adalah program pembangunan sarana dan prasana fasilitas pendidikan, kesehatan dan agama di pedalaman dengan alokasi dana Rp 1,6 Miliar dan memfasilitasi dana fundraising melalui aplikasi Wakaf Hasanah dan website www.wakafhasanah.bnisyariah.co.id  yang bisa dilakukan dimanapun kapanpun dengan nominal berapapun.

Pembangunan dilakukan di Pulau Airmas Batam, Singkawang Kalimantan Barat, Desa Penyalahadi Hulu – Kalimantan Barat, Pulau Semau Nusa Tenggara Timur, Desa Tabukan – Sulawesi Utara, Konawe – Sulawesi Tenggara, Pulau Buru – Maluku dan Desa Kudu Ternate.

“Dai-dai dipilih dengan pertimbangan ketangguhan dalam mengajarkan kebaikan untuk masyarakat pedalaman dan memberikan dampak berkelanjutan seperti ilmu agama, membaca, bercocok tanam dan wirausaha, cara hidup bertoleransi antar agama serta pengalaman mengajar lebih dari lima tahun di daerah tersebut,” jelas Iwan Abdi.

Dalam program di atas, BNI Syariah menggandeng Yayasan Hasanah Titik dan Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Baitul Maal Hidayatullah, Dewan Dakwah Indonesia dan Al – Azhar Peduli Ummat.

Sementara itu, program Deureuham (Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia) adalah program kompetisi bagi startup untuk menunjukkan inovasinya dalam bidang teknologi dan umum.

Pemenang umroh dari Program Deureuham diberikan kepada Aang dengan produk Sipetek Crispy yang juga menjuarai Kick Andy Young Hero 2017, Tri Wahyudi di bidang IT dengan inovasi aplikasi yang melayani kebutuhan edukasi dan ibadah, Elsana Bekti dengan produk Arane, ecoprint dan natural dye yakni produk clothing line yang dikemas alami, Indra Rukansyah dengan produk Kostoom, Riswahyuni dengan produk kuliner Cake Salak,  dan M Senoyudha Brennaf dengan produk halal local.

“Pemenang dipilih karena inovasi syariah, dampak sosial dan bisnis dan kreativitas,” jelas Iwan Abdi.

Menurut Iwan Abdi, dengan adanya program ini, para pemenang berkesempatan mendapatkan akses permodalan dan pembiayaan dari BNI Syariah yang didukung pendampingan oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) dengan total alokasi dana sebesar Rp 10 Miliar untuk UMKM.

Program Deureuham ini merupakan rangkaian milad BNI Syariah kedelapan Juli lalu dimana diusianya yang kedelapan berharap dapat mewujudkan keinginan duta- duta kebaikan di Indonesia salah satunya dai dan para startup muda yang inovatif dan kreatif.

 

More Stories
gedung kantor pusat Bank Syariah Mandiri
Mandiri Syariah Catat Kenaikan Transaksi Elektronik 60% Momen Lebaran