BNI Syariah akan Luncurkan Investasi Dana Haji

Investasi skema Mudharabah Muqayyadah masih dalam penyempurnaan dan sudah didiskusikan dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Plt. Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati mengatakan, selain dana haji, perbankan syariah harus pintar mencari peluang sumber pendanaan lain. Menurutnya, saat ini  dana jaji yang dikelola Kementerian Agama (Kemenag)  yang ditempatkan di BNI Syariah senilai Rp 8 triliun.

Disampaikan Dhias, jika nanti dana haji sudah diserahterimakan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) alokasi penempatan di deposito syariah akan diturunkan dari saat ini 65 persen menjadi 30 persen pada 2022.

”Kita harus melihat komposisi 65 persen di perbankan, bisa jadi yang ditempatkan di BNI Syariah berkurang. Kita lihat kalau BPKH tertarik untuk penempatan di instrumen lain, ya oke juga,” kata Dhias, kepada media di sela-sela acara Islamic Tourisme Expo 2017 di The Kasablanka Hall, Jakarta, Selasa (10/10).

Dalam hal itu, BNI Syariah menyiapkan produk investasi langsung melalui skema Mudharabah Muqayyadah. Produk tersebut menurutnya, merupakan investasi langsung yang disalurkan melalui perbankan.

Dhias mengaku, perseroan sedang menyiapkan  on progres produk Mudharabah Muqayyadah dan sudah didiskusikan juga dengan BPKH. “Kami masih dalam penyempuraan sebelum launching karena target yield yang diminta BPKH cukup tinggi,” kata Dhias.

Produk Mudharabah Muqayyadah dibutuhkan untuk disalurkan lagi dalam bentuk pembiayaan. “Kalau misalnya ada proyek-proyek bagus dan BPKH mau melalui Mudharabah Muqayyadah bisa teratasi. Bank syariah harus lebih kreatif untuk mencari sumber pendanaan lain,” jelasnya.

Menurut Dhias, skema produk tersebut nantinya harus jelas investasi seperti apa yang dikehendaki oleh BPKH. Sebab, BNI Syariah sebagai salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) mempunyai tanggung jawab untuk membantu dalam evaluasi BPKH. Seperti tingkat risiko yang diantisipasi oleh BPKH, serta nilai manfaat yang diharapkan.

Karena menurutnya, bisa jadi  produk reksadana dan lainnya, mengingat masalahnya produk yang akan  di-blunding sebagai underlying reksadana juga masih  terbatas di pasar. Sehingga BNI Syariah pun masih terus melakukan diskusi dengan pihak BPKH.  Dhias juga berharap produk Mudharabah Muqayyadah ini dapat diluncurkan tahun ini mengingat serah terima dana haji oleh Kemenag kepada BPKH akan dilaksanakan akhir 2017 mendatang.

 

More Stories
BRI Syariah Layani Pelunasan Biaya Haji Tahap Tiga