Para pembicara dalam acara edukasi keuangan syariah untuk jurnalis media massa di Solo, Jawa Tengah (11/11).

BCA Syariah Berikan Edukasi Keuangan Syariah Jurnalis Solo

BCA Syariah turut berpartisipasi dalam acara gelar edukasi keuangan syariah untuk jurnalis media massa bertajuk “Pentingnya Edukasi Keuangan dan Waspada Berinvestasi” di Solo, baru-baru ini.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi penyelenggaraan (pre-event) pameran perbankan syariah iB Vaganza yang akan diselenggarakan di Mall Solo Paragon, Solo pada tanggal 22 – 24 November 2019 mendatang.

Sekretaris Perusahaan BCA Syariah –  Nadia Amalia mengungkapkan, perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan perbankan konvensional.

“Sehingga perlu percepatan untuk mengejar ketertinggalan itu,” kata Nadia Amalia dalam kegiatan edukasi jurnalis tersebut.

Menurut Nadia Amalia, kondisi ketertinggalan diatas adalah disebabkan salah satunya karena rendahnya tingkat literasi keuangan syariah.

Indeks literasi dan inklusi keuangan syariah berdasarkan survei literasi keuangan OJK tahun 2016 masing-masing berada pada angka 8,1% dan 11,1%, masih berada di bawah indeks literasi dan inklusi keuangan konvensional.

Karena itu, lanjut Nadia Amalia,  dengan kegiatan iB Vaganza yang dikemas secara kreatif dan menarik untuk masyarakat, yang merupakan hasil sinergi OJK dengan pelaku industri keuangan syariah, diharapkan bisa  memberikan edukasi keuangan syariah sekaligus kemudahan akses bagi masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan diantaranya sebagai upaya aktif pelaku industri untuk meningatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah,” lanjut Nadia Amalia.

Nadia Amalia lalu menjelaskan, survei literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%. Dengan demikian dalam 3 tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 8,33%, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) sebesar 8,39%.

“Peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama antara Pemerintah, OJK, Kementerian lembaga terkait, industri jasa keuangan dan berbagai pihak lain,” demikian tutup Nadia Amalia.

Sementara itu, pada iB Vaganza Solo 2019 kali ini akan diikuti oleh tidak kurang dari 20 lembaga keuangan syariah yang ada di Kota Solo dan sekitarnya. Didahului dengan rangkaian kegiatan edukasi, diharapkan iB Vaganza kali ini memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh stakeholder industri keuangan syariah dan semakin meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia.

 

 

 

More Stories
Konsisten Customer Focus, Mandiri Syariah Raih Sertifikat ISO 9001