Bank Syariah Punya Keunggulan Dibanding Bank Konvensional di Masa Pendemi Corona

Dalam menghadapi kondisi pandemi virus corona (Covid-19), sektor perbankan syariah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan perbankan konvensional.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri BUMN – Kartika Wirjoatmodjo dalam acara Economic Challenge MetroTV bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia IAEI baru-baru ini di Jakarta.
 
Menurut Kartika, keunggulan itu bisa dilihat dari sisi aset. “Perbankan syariah kreditnya kan underline-nya jelas ada aset yang benar-benar terprediksi dan dari sistem keuangan menggunakan bagi hasil, bukan dengan bunga,” papar Kartika.
 
Karena itu, lanjut Kartika, hal itu diharapkan bisa memberikan ketahanan lebih kuat dari sisi kualitas aset dibandingkan dengan perbankan konvensional.
 
Kartika lalu melanjutkan, dari sisi likuiditas, perbankan syariah punya sisi fanatisme. Para penabung di perbankan syariah, melakukan tindakan menabung salah satunya karena faktor keyakinan, bahwa sistem syariah sesuai dengan ajaran Islam. Maka perbankan syariah di masa seperti ini, tidak akan mengalami kekurangan likuiditas.

Menurut Kartika, perbankan syariah di masa pandemi ini justru bisa mendapatkan nasabah dari sisi tabungan yang lebih luas lagi. Kemudian, bank syariah bisa terus berekspansi dari sisi digital.

“Meyakinkan masyarakat, bahwa memang perbankan syariah aman untuk menempatkan dana dan dalam jangka panjang tidak ada guncangan dari sisi likuiditas,” ungkap Kartika.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) – Ventje Rahardjo dalam kesempatan ini menambahkan,  risiko yang dihadapi perbankan syariah pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan yang dihadapi perbankan secara umum.

“Tetapi, perbankan syariah memiliki satu penyangga lain yaitu kepatuhan terhadap produk dan objek-objek dari pembiayaan yang diawasi oleh satu kelompok Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang ditunjuk Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Jadi di perbankan syariah risiko terhadap pembiayaan yang keluar dari prinsip syariah relatif terjaga,” papar Ventje Rahardjo.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Syariah – Abdullah Firman Wibowo mengatakan, dengan adanya pendemi Covid-19, maka terdapat upaya perbankan syariah untuk menjaga layanan aktivitas transaksi bank.

“Caranya dengan mendorong para nasabah untuk menggunakan mobile banking dan internet banking. Sebelumnya, bagi para nasabah yang sifatnya tradisional mau tidak mau harus merubah polanya dengan menggunakan mobile banking dan internet banking. Sehingga setelah kita edukasi, luar biasa dampaknya. Mereka tetap melakukan transaksi, tetapi berubah, yang tadinya transaksi dengan cara tradisional, datang ke kantor melakukan transaksi, kini dengan digital,” demikian jelas Firman.

More Stories
Layanan Syariah LinkAja, Uang Elektronik Syariah Pertama di Indonesia